Berlin (ANTARA) - Kekeringan berkepanjangan yang berlangsung di Jerman memaksa petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah titik di negara tersebut, menurut laporan media setempat, Minggu.

Di negara bagian Rhineland-Pfalz, sebuah kebakaran terjadi di lokasi di mana bahan peledak aktif terkubur, dengan beberapa ledakan terjadi setelahnya. Akibat kejadian itu, sebagian dari wilayah kota Traisen harus dievakuasi, menurut laporan kantor berita Jerman dpa.

Sebuah operasi besar juga berlangsung di kota Gohrischheide di Jerman bagian timur, di mana petugas pemadam kebakaran berupaya mengendalikan kebakaran hutan yang baru muncul. Kebakaran juga terjadi di titik-titik lain.

Adapun sejumlah kebakaran hutan juga dilaporkan terjadi di hutan-hutan yang terletak di negara bagian Mecklenburg-Vorpommern dan Sachsen-Anhalt di Jerman bagian timur.

Sementara itu, dinas cuaca Jerman DWD menyebut Sabtu malam (27/6) sebagai malam terpanas yang pernah tercatat dalam sejarah Jerman.

Rekor suhu malam tersebut tercatat di kota Kubschutz di negara bagian Sachsen, di mana suhu pada malam harinya tidak turun di bawah 29,4 derajat Celsius.

Rekor tertinggi sebelumnya terjadi pada Agustus 2003 di kota Weinbiet di negara bagian Rhineland-Pfalz, di mana suhu saat itu tidak turun di bawah 27,2 derajat Celsius.

Gelombang panas kali ini merupakan yang paling ekstrem dalam hal durasi dan suhu tercatat. Di kota Drewitz di negara bagian Sachsen-Anhalt, misalnya, suhu setinggi 41,5 derajat Celsius tercatat terjadi pada Sabtu.

Menurut seorang juru bicara DWD, setidaknya satu stasiun pengamatan cuaca lainnya mendeteksi suhu setinggi 41,4 derajat Celsius pada hari yang sama. Dalam beberapa hari terakhir, Jerman tengah dilanda gelombang panas pada tingkat yang tidak biasanya.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Jerman bersiap hadapi gelombang panas, rekor 41, 3 derajat Celsius

Baca juga: Inggris catat rekor suhu Juni, peringatan cuaca panas diperpanjang

Baca juga: Prancis peringatkan dampak gelombang panas masih berlanjut

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.