Jakarta (ANTARA) - Universitas Terbuka (UT) memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Malang guna meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi dan mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul di daerah tersebut.
"Kami berkomitmen untuk ikut menjadi bagian penting dalam meningkatkan human capital di Kota Malang, meningkatkan APK, serta memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat," kata Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto di sela-sela kegiatan Seminar Wisuda Universitas Terbuka (UT) di Tangerang Selatan, Senin.
Ali menjelaskan bahwa kehadiran UT sama sekali bukan untuk mengambil jatah calon mahasiswa dari perguruan tinggi tatap muka (konvensional), melainkan hadir sebagai solusi untuk menampung kelompok masyarakat yang tidak berkesempatan menikmati sistem kuliah reguler.
Ia menyebut sistem perkuliahan jarak jauh UT secara spesifik menyasar warga dan pekerja dengan tingkat kesibukan tinggi yang membutuhkan fleksibilitas waktu untuk melakukan peningkatan kualifikasi, upskilling, maupun re-skilling kompetensi.
Dalam mempermudah akses pendidikan tersebut, Prof. Ali sangat mengapresiasi langkah rutin Pemkot Malang yang aktif menggelontorkan berbagai skema beasiswa bagi warganya, termasuk pembiayaan bagi para pegawai pemerintah kota yang berkuliah di UT.
Guna memperkuat akses pendidikan yang berkeadilan di seluruh daerah, Prof. Ali menambahkan bahwa UT di tingkat pusat juga menyediakan kuota beasiswa nasional secara masif bagi 20.000 orang mahasiswa per tahun, dengan dukungan anggaran tidak kurang dari Rp15 miliar per tahun.
Menyambut baik sinergi pendidikan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretaris Daerah Kota Malang, Suparno, membenarkan tingginya antusiasme jajaran pegawai di lingkungannya untuk melanjutkan studi di kampus negeri tersebut.
"Sebagai informasi juga, banyak karyawan-karyawati Pemerintah Kota Malang yang mengambil pendidikan di UT. Kerja sama ini luar biasa, memang aktif sekali dengan Pemkot Malang terkait kerja sama ini," ucap Suparno.
Merespons besarnya jumlah mahasiswa UT di wilayahnya yang kini menembus angka 29.000 orang, Suparno menyatakan Pemkot Malang telah melakukan terobosan inovatif dengan membuka loket pelayanan khusus mahasiswa UT yang terintegrasi di Mal Pelayanan Publik (MPP) guna menjamin kemudahan akses administrasi secara terpadu.
Diketahui, kerja sama ini juga tertuang dalam nota kesepahaman tentang peningkatan kualitas penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi dan pengembangan kelembagaan.
Selain dengan Pemkot Malang, kerja sama juga dilakukan dengan Universitas Syiah Kuala dalam bidang riset dan inovasi.
Baca juga: Kemenko PMK dan UT nyatakan siap wujudkan visi inovasi Presiden
Baca juga: UT optimistis mampu layani 2,5 juta mahasiswa aktif di Indonesia
Baca juga: UT rayakan dies natalis ke-42 dengan menggelar Disporseni 2026
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.