Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa mengurus permasalahan ekonomi seperti tim sepak bola karena semua pihak harus saling berkoordinasi memberi masukan dan mengambil kebijakan yang saling mendukung.

Dia menyampaikan hal itu setelah mengikuti rapat koordinasi dengan DPR RI, Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, hingga Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta Senin.

Menurut dia, rapat koordinasi itu terdiri dari lembaga-lembaga yang cukup lengkap sebagai penanggung jawab ekonomi.

"Karena ini kebetulan juga sedang berlangsung Piala Dunia, ibarat tim sepak bola, mengurusi ekonomi juga bagaikan tim sepak bola," kata Prasetyo di kompleks parlemen, Jakarta.

Baca juga: DPR kumpulkan DEN hingga ESDM bahas pertumbuhan ekonomi dan mitigasi

Dia menilai berbagai kebijakan ekonomi yang diambil, mulai dari kebijakan makro, fiskal, hingga sektor riil yang dihadapi di lapangan, harus terkoordinasi dengan baik, salah satu contohnya, yakni permasalahan harga gas yang perlu diatasi.

"Kita berharap koordinasi ini dapat terus kita tingkatkan untuk memastikan seluruh perekonomian dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan," kata dia.

Dalam rapat koordinasi itu, DEN menyatakan kondisi ekonomi global sedang tidak baik-baik saja dan penuh ketidakpastian. Secara ekonomi, menurut dia, fundamental Indonesia cukup baik, tetapi ada permasalahan pelemahan rupiah.

Untuk itu, Bank Indonesia pun menyatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah untuk memperkuat kembali nilai tukar rupiah. Maka dari itu, BI pun mengambil kebijakan-kebijakan yang sifatnya memang jangka pendek agar rupiah kembali stabil.

Selain itu, Kementerian Keuangan juga tetap melanjutkan program dana pemerintah untuk disalurkan melalui perbankan sebesar Rp281 triliun demi menjaga likuiditas dan penyaluran kredit. Di samping itu, Kementerian Keuangan juga menyiapkan Rp100 triliun tambahan untuk perbankan.

Baca juga: DEN: Negara berhemat Rp200 triliun jika bisa hilangkan inclusion error

Baca juga: BI: Modal asing ke instrumen SRBI-SBN 9 miliar dolar AS per 26 Juni

Baca juga: Istana: Prabowo ajak akademisi kerja sama selesaikan persoalan bangsa

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.