Di Kelantan, perjalanan bukan sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Setiap destinasi menyimpan kisah, setiap hidangan menghadirkan sejarah, dan setiap tradisi menunjukkan bahwa keberagaman dapat hidup berdampingan selama berabad-abad.

Jakarta (ANTARA) - "Jauh berjalan luas pemandangan, banyak merantau luas pengalaman".

Peribahasa Melayu itu seolah menggambarkan pengalaman menjelajahi Kelantan, negara bagian di pesisir timur Malaysia yang menyimpan jejak sejarah, kekayaan budaya, serta ikatan persaudaraan serumpun yang telah terjalin selama berabad-abad.

Bagi Wakil Menteri Besar Kelantan Datuk Dr. Mohamed Fadzli bin Hassan, kunjungan masyarakat Indonesia ke Kelantan bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan kesempatan untuk saling mengenal dan mempererat hubungan antarsaudara sebangsa serumpun.

"Kami berharap masyarakat Indonesia datang mengunjungi saudara-saudaranya di Kelantan. Banyak hal yang dapat kita saling kenali karena kita berbagi budaya," kata Fadzli saat menyambut rombongan AirAsia Indonesia di Kota Bharu, Jumat pekan lalu.

Menurut dia, kerja sama antara Pemerintah Negeri Kelantan dan maskapai AirAsia yang menghadirkan jurnalis serta kreator konten asal Indonesia merupakan langkah strategis untuk mempererat hubungan kedua negara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

"Kerja sama ini mendukung pengembangan pariwisata Kelantan dan memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat," ujarnya.

Bagi Fadzli, Malaysia dan Indonesia bukanlah dua bangsa yang asing satu sama lain. Keduanya dipersatukan oleh akar budaya, bahasa, dan tradisi yang serumpun.

Semangat persaudaraan itulah yang mengiringi perjalanan menyusuri Kelantan, sebuah negeri yang menawarkan perpaduan sejarah, budaya, kuliner, dan tradisi yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Mengunjungi Kelantan menghadirkan sensasi yang terasa dekat sekaligus berbeda. Bahasa Melayu yang masih mudah dipahami, cita rasa kuliner yang akrab dengan lidah Nusantara, hingga jejak sejarah yang menghubungkan berbagai bangsa di Asia Tenggara menjadikan perjalanan di negeri ini kaya akan cerita.

Salah satu kisah menarik berasal dari daerah Tok Bali. Menurut Pengelola Jeti Perlancongan Tok Bali, Dato Mohd Khairey bin Saudi, nama Tok Bali berasal dari cerita sekelompok pelaut dari Bali yang kapalnya karam di kawasan tersebut.

Mereka kemudian menetap dan membangun sebuah perkampungan kecil yang perlahan berkembang menjadi kawasan penting di Kelantan.

"Tok Bali berasal dari cerita orang Bali yang datang berlayar, kemudian kapal mereka pecah dan mereka membangun perkampungan di sini," ujarnya.

Kisah itu menjadi pengingat bahwa hubungan antara Nusantara dan Semenanjung Melayu telah terjalin jauh sebelum batas-batas negara modern terbentuk.

Kini, kawasan Jeti Perlancongan Tok Bali tengah dipersiapkan sebagai salah satu destinasi wisata baru dan dijadwalkan mulai beroperasi pada awal Juli 2026.

Baca juga: Pemkot Bukittinggi jajaki kerjasama budaya dengan Kelantan Malaysia

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.