Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kerja sama Indonesia dan Rusia memiliki potensi signifikan untuk mendukung transformasi ekonomi Indonesia.

"Ke depan, kerja sama RI-Rusia memiliki potensi signifikan untuk mendukung transformasi ekonomi Indonesia, khususnya melalui pengembangan industri, hilirisasi, pembangunan infrastruktur, ketahanan energi, transformasi digital, pengembangan teknologi, serta pembangunan berkelanjutan," katanya.

Hal itu disampaikan Airlangga dalam pidatonya pada perayaan Hari Nasional Rusia di Jakarta pada Senin (29/6) malam.

Ia mengatakan kedua negara juga berkomitmen untuk terus menjajaki berbagai peluang kerja sama baru guna memperkuat kemitraan di bidang ekonomi dan industri.

Selain itu, katanya, penandatanganan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia pada Desember lalu juga dinilai mampu menjadi tonggak penting yang akan memperluas akses pasar, memfasilitasi perdagangan, serta mendorong keterlibatan dunia usaha antara Indonesia dan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia, termasuk Rusia.

Airlangga juga mengapresiasi kesempatan bagi pemerintah Indonesia untuk berpartisipasi sebagai negara mitra pada penyelenggaraan perdana pameran industri terkemuka Rusia INNOPROM di Ekaterinburg, Rusia pada 6-9 Juli mendatang.

Ia berharap partisipasi tersebut dapat memperkuat kolaborasi antara pemangku kepentingan kedua negara dalam pengembangan perdagangan, ilmu pengetahuan, industri manufaktur bernilai tambah, teknologi industri maju, sektor otomotif, energi, serta inovasi digital.

"Kami juga berkomitmen untuk memperdalam kemitraan strategis kami dengan Rusia sejalan dengan Delapan Visi Indonesia, Asta Cita," katanya.

Hari Nasional Rusia, yang diperingati setiap 12 Juni itu, turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Ketua DPD Sultan B. Najamudin serta para duta besar asing di Jakarta, di antaranya Arab Saudi, Iran dan Turki.

Baca juga: RI dan Rusia perkuat kerja sama strategis pascateken FTA Eurasia

Baca juga: Rusia dan Belarus siap kerja sama antariksa dengan Indonesia

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.