Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menyampaikan duka cita mendalam atas bencana gempa bumi berkekuatan 7,5 magnitudo yang mengguncang Venezuela hingga menelan ribuan korban jiwa.
Saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, Jusuf Kalla mengatakan bahwa ungkapan belasungkawa tersebut mewakili bentuk empati kemanusiaan dari seluruh jajaran kepengurusan dan sukarelawan PMI di Indonesia.
Baca juga: Venezuela alami 500 gempa susulan sejak gempa pertama pada Rabu
"Mengenai kondisi di Venezuela, kami dari Palang Merah Indonesia menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah gempa bumi tersebut," kata Jusuf Kalla merespons situasi darurat di negara itu.
Dia mengkonfirmasi sejauh ini lembaga tersebut tidak mengirimkan bantuan logistik maupun personel langsung ke lapangan, karena kendala jarak geografis yang dinilai terlalu jauh dari kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, tingginya biaya operasional atau ongkos pengiriman logistik ke kawasan Amerika Selatan dibandingkan nilai bantuan yang nantinya disalurkan ke lokasi bencana juga menjadi pertimbangan lembaga ini.
Kendati demikian, pemenuhan bantuan kemandirian di Venezuela dipastikan tetap berjalan optimal berkat sokongan dari perhimpunan nasional Palang Merah dan negara-negara maju di wilayah regional sekitarnya.
"Di sana selalu begitu, basisnya regional. Ada negara-negara dekat seperti Peru, Brasil, Argentina, hingga Amerika Serikat yang berada di garis depan untuk memberikan bantuan," kata Jusuf Kalla.
Eks Wakil Presiden RI ini menambahkan bahwa mandat operasi kemanusiaan luar negeri PMI secara historis memang lebih diprioritaskan untuk penanganan kedaruratan di wilayah lingkup ASEAN maupun daratan Asia.
Baca juga: Korban tewas gempa Venezuela meningkat jadi 1.450 orang
Baca juga: Indonesia sampaikan duka cita atas gempa Venezuela
Sebelumnya, Pemerintah Venezuela resmi menetapkan status darurat nasional menyusul guncangan gempa bumi kuat yang melanda negara tersebut, Rabu (24/6)
Presiden Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez mengonfirmasi hingga Minggu (28/6) jumlah korban tewas akibat hantaman dua gempa bumi kembar tersebut meningkat tajam menjadi 1.450 orang
Dalam pidato resminya, Rodriguez menyebutkan sebanyak 3.150 orang luka-luka, 12.721 warga mengungsi, serta 774 bangunan runtuh, dimana operasi penyelamatan kini melibatkan 25.000 personel gabungan.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.