Salah satu yang kita bisa dorong adalah, kalau mereka mau elektrifikasi dari alat berat, itu bisa menggunakan baterai storage dari Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia menawarkan elektrifikasi alat berat kepada Belarus, mengingat negara tersebut merupakan produsen alat berat yang besar.
"Salah satu yang kita bisa dorong adalah, kalau mereka mau elektrifikasi dari alat berat, itu bisa menggunakan baterai storage dari Indonesia," kata Airlangga di Jakarta, Selasa, usai menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Belarus dan Business Matching.
Airlangga mengatakan bahwa Belarus merupakan salah satu produsen alat berat yang besar dari negara anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) yang telah menjalin kerja sama dengan Indonesia.
Menurut dia, untuk produksi alat berat di Belarus rata-rata dengan berat 200 ton sedangkan di Indonesia hanya dapat menampung rata-rata di angka 100 ton.
Baca juga: Menko Airlangga sebut nilai kerja sama Indonesia-Belarus meningkat
Untuk itu, kata Airlangga pihaknya mendorong agar Belarus mau elektrifikasi produk alat berat mereka dengan menggunakan baterai dari Indonesia.
"Kalau kita kerja samakan, kita mendorong alat-alat pertambangan menggunakan listrik. Dan itu sesuai dengan pengembangan downstreaming daripada nickel Indonesia, serta mengurangi kebutuhan karbon, solar dan bensin," ujarnya .
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich mengatakan bahwa hubungan antara Belarus dan Indonesia terus menunjukkan peningkatan terutama dalam hal bisnis.
Di mana kata dia, pihaknya telah menandatangani beberapa dokumen yang akan memberi implikasi untuk meningkatkan hubungan ekonomi.
"Hubungan negara kami dan Indonesia sudah meningkat dan forum hari ini menunjukkan bahwa potensi untuk bekerja sama sangat besar. Kami juga menandatangani beberapa dokumen yang akan meningkatkan hubungan ekonomi," katanya menambahkan.
Baca juga: Kemenperin perkuat kerja sama manufaktur RI dengan Belarus
Baca juga: Jaya Group bidik penguatan perdagangan komoditas RI-Belarus
Baca juga: RI-Belarus sepakati roadmap pengembangan kerja sama ekonomi 2026-2030
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.