Yangon (ANTARA) - Sedikitnya lima orang dipastikan tewas, dan sekitar 15 orang lainnya masih hilang dalam insiden runtuhnya tambang giok di kota Hpakant, negara bagian Kachin, Myanmar utara, demikian dilaporkan harian milik pemerintah, The Global New Light of Myanmar, pada Selasa.

Runtuhnya tambang itu terjadi setelah tumpukan limbah di lokasi tambang giok yang sudah tidak beroperasi runtuh di dekat Desa Namthmaw di Hpakant, Negara Bagian Kachin, pada Minggu (28/6), menurut laporan tersebut.

Lebih lanjut laporan itu mengatakan otoritas setempat, kelompok relawan, dan warga melakukan operasi penyelamatan pada Senin (29/6) meski diguyur hujan terus-menerus dan adanya risiko longsor susulan.

Jenazah-jenazah yang telah ditemukan sejauh ini sedang dikembalikan kepada keluarga mereka, menurut laporan tersebut.

Hpakant, yang dikenal sebagai daerah penghasil sebagian batu giok terbaik di dunia, kerap dilanda tanah longsor sepanjang musim monsun. Banyak warga dan pekerja migran tetap mencari sisa-sisa giok di lokasi tambang yang sudah terbengkalai, meskipun menghadapi risiko yang signifikan, tambah laporan tersebut. Selesai

Pewarta: Xinhua
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.