Denpasar (ANTARA) - Sanggar Suara Kanti, Kelurahan Gianyar dalam Utsawa (Parade) Angklung mengenalkan Angklung Kebyar Khas Gianyar pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang berlangsung di Denpasar, Selasa.
Penata Tari Sanggar Suara Kanti I Gusti Ngurah Agung Giri Putra mengatakan garapan yang ditampilkan mengangkat karakter Angklung Kebyar khas Gianyar dengan tetap mempertahankan identitas daerah di tengah pengembangan kreativitas seni.
"Keunikan kami terletak pada pengolahan dinamika tabuh, karakter melodi angklung kebyar khas Gianyar, serta perpaduan yang harmonis antara musik, gerak, dan ekspresi para pendukung," kata dia.
Pada kesempatan PKB 2026 ini, mereka berusaha menonjolkan identitas daerah tanpa menghilangkan ruang untuk kreativitas.
Giri Putra menyampaikan bahwa proses persiapan penampilan dilakukan selama sekitar lima bulan, meski para anggota sanggar sebelumnya juga telah menjalani latihan secara rutin.
"Proses persiapannya itu sekitar lima bulan, walaupun sebelumnya juga kita sudah sering latihan intensif," ujarnya.
Baca juga: Komunitas Ni Pollok bangkitkan Legong Keraton Lasem era 1930 di PKB
Menurutnya, penampilan Sanggar Suara Kanti pada PKB 2026 melibatkan 58 orang yang terdiri atas 30 penabuh, 13 penari, dan 15 kru pendukung.
"Kita tentunya yang tampil kali ini di PKB yaitu dari sekaa sanggar, penabuh 30 orang, penari sejumlah 13 orang, dan kru lainnya 15 orang," katanya.
Giri Putra menilai Pesta Kesenian Bali menjadi wadah penting dalam pelestarian sekaligus pengembangan seni tradisi Bali karena memberikan ruang bagi seniman untuk berkarya dan bertukar inspirasi.
"PKB menjadi ruang yang sangat penting untuk pelestarian sekaligus pengembangan seni tradisi. Melalui PKB, seniman memiliki kesempatan untuk berkarya, bertukar inspirasi, dan memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada masyarakat luas," ujarnya.
Ia berharap penampilan tersebut dapat menjadi ajakan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut menjaga keberlangsungan tradisi Angklung Kebyar yang mulai berkurang peminatnya.
Baca juga: Akademisi Jogja ambil bagian di PKB lewat penampilan tari klasik
"Pesan yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat mengenai pementasan ini yaitu mari kita bersama-sama menjaga tradisi angklung ini yang zaman sekarang sedikit peminatnya, terutama generasi muda. Kalau bukan kita, siapa lagi," kata Giri Putra.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari/Silvia
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.