Jadi ini merupakan hari terakhir masa tanggap darurat gempa bumi di Sigi, ada tanggapan dari masyarakat yang ternyata banyak, baik dari Nokilalaki maupun Palolo, menyanggah untuk nama-nama yang ditempel di desa dan kecamatan

Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), mempersilakan masyarakat melakukan sanggahan terkait data rumah rusak berat akibat bencana gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo.

"Jadi ini merupakan hari terakhir masa tanggap darurat gempa bumi di Sigi, ada tanggapan dari masyarakat yang ternyata banyak, baik dari Nokilalaki maupun Palolo, menyanggah untuk nama-nama yang ditempel di desa dan kecamatan," kata Wakil Bupati (Wabup) Sigi Samuel Yansen Pongi saat ditemui awak media di Bora, Sigi, Selasa.

Saat ini pihaknya melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kabupaten Sigi sedang menyusun hasil sanggahan masyarakat tersebut.

Baca juga: BNPB: 2.533 rumah warga rusak akibat gempa di Sigi

"Untuk hasil sanggahan itu tentu kami akan rapatkan dan berikan kepada mereka yang berwenang. Misalnya, untuk klasifikasi rumah rusak ringan, sedang, dan berat, berarti kita ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman setempat," ucapnya.

Menurut dia, tim di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman memahami dan bisa melakukan penilaian tingkat kerusakan rumah akibat bencana gempa bumi.

"Sebenarnya pemerintah daerah saat ini masih fokus ke rumah rusak berat dulu, yang prioritas karena harus dibangun huntara, sehingga mendapatkan bantuan jaminan hidup," sebutnya.

Baca juga: Pemkab Sigi pastikan akurasi data korban gempa lewat uji publik

Ia menuturkan masyarakat yang melakukan sanggahan sebagian besar tidak masuk dalam data rumah rusak berat.

"Saya melihat mereka yang tidak ada nama juga sudah mulai protes dan sudah menyanggah. Padahal kan bisa jadi mereka memang tidak di rusak berat, tapi ada di ringan ataupun sedang," kata Wabup Samuel Yansen Pongi.

Berdasarkan data Satgas Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi Sigi hingga Senin (29/6) pukul 20.00 WITA, total rumah rusak mencapai 3.980 unit terdiri dari rusak berat 258 unit, rusak sedang 1.195 unit, dan rusak ringan 2.527 unit.

Baca juga: BNPB percepat pembangunan 50 huntara di Nokilalaki Sigi

Pewarta: Moh Salam
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.