Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata mengatakan bahwa gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 mampu memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat akan kekayaan budaya Indonesia sekaligus menjadi daya tarik wisatawan ke berbagai destinasi wisata nasional.

“Ke depan kami berharap event ini terus berkembang terus maju, terus memperkaya budaya masyarakat sekaligus mungkin mempromosikan juga destinasi wisata,” ujar Asisten Deputi Bidang Event Nasional Kementerian Pariwisata Ni Komang Ayu Astiti di Jakarta, Selasa.

Tema IFW setiap tahun yang berubah dengan mengangkat berbagai kekayaan wastra Nusantara yang beragam dari daerah yang berbeda, menurutnya mampu memastikan pergerakan wisatawan.

Baca juga: Koleksi busana dari wastra Karo ditampilkan di IFW 2025

Hal tersebut sejalan dengan target pemerintah dalam meningkatkan pergerakan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 16-17,6 juta kunjungan dan sebanyak 1,18 miliar pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) pada 2026.

Kehadiran event ini juga diharapkan mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi desainer yang berasal dari berbagai daerah sehingga dapat dikembangkan lebih jauh melalui komunitas, asosiasi, sehingga mampu memperkuat ekosistem pariwisata nasional.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Indonesia Fashion week (IFW) sekaligus Ketua Umum Asosiasi Perancang-Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Poppy Darsono mengatakan bahwa pemilihan tema ulos tahun ini sejalan dengan upaya melestarikan kekayaan budaya Indonesia.

Baca juga: Menpar: Fesyen dialog lintas budaya, jendela daya tarik wisatawan

“Memang ini tidak hanya berbicara tentang ulos sebagai warisan budaya tetapi juga tentang bagaimana kekayaan resmi Nusantara dapat diinterpretasikan secara kontemporer, memiliki nilai tambah dan ekonomi dan mampu membuat Indonesia dikenal di panggung dunia,” katanya.

Ia meyakini bahwa melestarikan budaya bukan hanya tentang menjaga tradisi namun juga memberikan ruang bagi budaya untuk hidup dan berkembang serta menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.

Kehadiran IFW juga diharapkan mampu membuka peluang sebesar-besarnya bagi desainer, UMKM dan industri kreatif tanah air dari sektor fesyen.

Kekayaan wastra Nusantara menurutnya menjadi kekuatan terbesar yang dimiliki bangsa untuk memperkenalkan diri sebagai negara dengan fesyen yang berkelanjutan sebagai identitas.

Baca juga: APPMI: Tren warna di tahun 2025 bergeser dari minimalis ke maksimalis

Baca juga: Ini upaya desainer lokal bertahan di tengah gempuran fesyen impor

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.