Cirebon (ANTARA) - Pengelola Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Astra Tol Cipali), Jawa Barat, mendampingi lima sekolah dasar (SD) binaan di Kabupaten Majalengka menuju sekolah unggul dan mandiri melalui program peningkatan kualitas pendidikan.

Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali Ardam Rafif Trisilo dalam keterangan yang diterima di Cirebon, Selasa, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat melalui sektor pendidikan.

“Komitmen ini sejalan dengan Astra Sustainability Aspirations, khususnya melalui inisiatif Astra Cerdas yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia,” katanya.

Ia menyebutkan lima sekolah binaan tersebut meliputi SDN Cidenok 2, SDN Bongas Kulon 3, SDN Bongas Wetan 2, SDN Garawangi 3, dan SDN Lojikobong 2 di Kabupaten Majalengka.

“Program pembinaan dilaksanakan melalui lima tahapan pengembangan sekolah, yakni Proses Pembinaan, Proses Swapraja, Swapraja, Proses Unggul, hingga Unggul, untuk memperkuat tata kelola sekolah dan meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan,” katanya.

Ia menyampaikan saat ini, SDN Cidenok 2 dan SDN Bongas Kulon 3 telah memasuki tahap Proses Unggul atau selangkah lagi menuju status sekolah unggul dan mandiri.

Sementara itu, SDN Bongas Wetan 2 berada pada tahap Swapraja. Adapun SDN Garawangi 3 dan SDN Lojikobong 2 masih berada pada tahap Proses Swapraja.

Menurut Ardam, perkembangan tersebut menunjukkan hasil positif dari proses pembinaan yang dijalankan secara konsisten bersama seluruh pemangku kepentingan sekolah.

Proses rapat kerja sekolah binaan Astra Tol Cipali di Majalengka, Jawa Barat. ANTARA/HO-Astra Tol Cipali.

“Selain penguatan tata kelola, perusahaan juga mendukung peningkatan kualitas proses belajar mengajar melalui pembangunan dan renovasi fasilitas sekolah, serta penyediaan berbagai sarana pembelajaran seperti laptop, proyektor, sound system, dan perlengkapan penunjang lainnya,” ujarnya.

Ia mengatakan pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sehingga keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas.

“Keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas, tetapi juga dari tumbuhnya kapasitas sekolah untuk mengelola dan mengembangkan kualitas pendidikannya secara mandiri setelah proses pembinaan selesai,” katanya.

Ardam berharap seluruh sekolah binaan dapat mencapai tahap akhir, sebagai sekolah unggul dan mandiri sehingga mampu menginspirasi sekolah lain di sekitarnya.

“Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan kelima sekolah binaan dapat mencapai tahap akhir sebagai sekolah yang unggul, mandiri, dan mampu menginspirasi sekolah-sekolah lain di sekitarnya,” katanya.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.