Jakarta (ANTARA) - Apple masih mempertahankan harga sejumlah produk utamanya seperti iPhone, Apple Watch, dan AirPods meski perusahaan telah menaikkan harga beberapa lini perangkat lain akibat tekanan biaya komponen dan kelangkaan memori global.

Dilansir dari siaran Engadget Selasa (30/6) waktu setempat, kenaikan harga telah diterapkan pada sejumlah produk Mac dan iPad, termasuk Mac Studio M3 Ultra yang mengalami kenaikan harga hingga 1.300 dolar AS (Rp23,3 juta) serta MacBook Neo yang harganya naik 100 dolar AS (Rp1,79 juta).

Meski demikian, Apple belum mengubah harga iPhone yang saat ini dipasarkan melalui Apple Store. Seluruh model, mulai dari iPhone 16 hingga iPhone 17 Pro Max, masih dijual dengan harga yang sama. Model paling terjangkau, iPhone 17e, juga tetap dibanderol mulai 599 dolar AS (Rp10,7 juta).

Baca juga: CEO Apple isyaratkan harga produk bakal naik, ini sebabnya

Hal serupa berlaku untuk jajaran Apple Watch. Harga Apple Watch Series 11, Apple Watch SE 3, Apple Watch Ultra 3, hingga model edisi Hermès belum mengalami perubahan.

Apple Watch SE 3 masih dipasarkan mulai 249 dolar AS (Rp4,47 juta), sementara Apple Watch Hermès Ultra 3 dijual mulai 1.399 dolar AS (Rp25,1 juta).

Lini AirPods juga belum terdampak kenaikan harga. AirPods 4 tetap ditawarkan dengan harga 129 dolar AS (Rp2,31 juta). Selain itu, sejumlah aksesori seperti Studio Display, AirTag, dan perangkat pendukung komputer Apple lainnya juga masih mempertahankan harga sebelumnya.

Baca juga: Apple kemungkinan bakal umumkan tiga produk baru pada pekan ini

Apple sebelumnya mengakui bahwa industri teknologi tengah menghadapi tekanan akibat kelangkaan chip dan memori yang berkepanjangan. CEO Apple Tim Cook dalam wawancara dengan The Wall Street Journal awal bulan ini mengatakan bahwa kenaikan harga sulit dihindari dalam kondisi saat ini.

Apple diketahui baru memperbarui lini MacBook dan iPad pada awal tahun ini melalui peluncuran sejumlah model baru, termasuk MacBook Neo, MacBook Air dengan chip M5, MacBook Pro M5 Pro dan M5 Max, serta iPad Air M4.

Selain itu, perusahaan diperkirakan akan memperkenalkan generasi terbaru iPhone dan Apple Watch pada acara tahunan mereka yang biasanya digelar pada musim gugur di Amerika Serikat.

Baca juga: Peningkatan kamera iPhone 18 Pro diperkirakan berbiaya mahal

Analis menilai keputusan Apple mempertahankan harga iPhone dan Apple Watch saat ini kemungkinan berkaitan dengan rencana peluncuran produk generasi berikutnya. Perangkat baru tersebut diperkirakan akan membawa peningkatan spesifikasi dan fitur yang berpotensi disertai penyesuaian harga.

Lembaga riset TechInsights bahkan memperkirakan harga iPhone 18 Pro dapat naik hingga 270 dolar AS (Rp4,84 juta) dibandingkan generasi sebelumnya agar Apple tetap mampu menjaga margin keuntungan di tengah meningkatnya biaya komponen.

Selain itu, berbagai rumor menyebut Apple Watch Series 12 dan Apple Watch Ultra 4 akan hadir dengan sensor dan fitur baru yang berpotensi mendorong kenaikan harga.

Baca juga: Apple luncurkan sederet produk baru termasuk iPhone 17 dan AirPods

Untuk produk berukuran lebih kecil seperti AirPods, AirTag, dan Apple Pencil, dampak kenaikan biaya komponen diperkirakan tidak begitu signifikan karena kebutuhan memori yang tidak sebesar perangkat seperti ponsel pintar dan komputer.

Meski demikian, Cook menegaskan bahwa Apple selama ini berupaya menahan kenaikan harga agar tidak membebani konsumen.

"Kami telah berusaha melindungi pelanggan dari kenaikan biaya, tetapi situasinya kini menjadi tidak berkelanjutan," ujar Cook.

Baca juga: Apple kemungkinan merilis MacBook Pro dengan layar sentuh

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.