Makassar (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan meluncurkan program Student Goes to Archives sebagai pendekatan baru untuk mengenalkan arsip autentik sebagai sumber pembelajaran dan penelitian bagi kalangan mahasiswa.

Berbeda dengan konsep sebelumnya, Arsip Goes to Campus, program ini mendorong mahasiswa datang langsung ke lembaga kearsipan sehingga dapat memanfaatkan arsip sebagai sumber data primer sekaligus memahami pentingnya pelestarian memori kolektif daerah.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Muhammad Jufri dalam keterangannya di Makassar, Rabu, mengatakan perubahan konsep dilakukan karena arsip merupakan dokumen autentik yang harus dijaga keasliannya sehingga tidak memungkinkan dipindahkan ke luar ruang penyimpanan.

"Awalnya konsep kami memang Arsip Goes to Campus, tetapi kami ubah menjadi Student Goes to Archives karena arsip tidak boleh dibawa keluar," katanya.

Dia mengatakan arsip harus tetap berada di tempat penyimpanannya agar keaslian atau autentisitasnya terjaga dan tidak rusak akibat terlalu sering dipindahkan atau disentuh.

Melalui konsep tersebut, mahasiswa didorong datang langsung ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jasa Kearsipan untuk memanfaatkan koleksi arsip sebagai sumber data primer.

Saat ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel mengelola 48 khazanah arsip statis bernilai sejarah yang dapat dimanfaatkan untuk penelitian, pendidikan, dan literasi publik sesuai prosedur layanan.

Jufri mengingatkan perlunya memperkuat kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan komunitas dalam meningkatkan pemanfaatan arsip sebagai sumber informasi ilmiah bagi dosen, mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat.

"Kampus memiliki dosen, peneliti, mahasiswa, dan akademisi yang membutuhkan data primer. Arsip menjadi salah satu sumber paling autentik untuk penyusunan skripsi, tesis, disertasi, maupun penelitian sejarah," ujarnya.

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.