Washington (ANTARA) - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan AS menginginkan komitmen yang kuat dari Iran serta dapat diverifikasi untuk melakukan denuklirisasi secara penuh di negara itu.

"Ada beberapa hal yang kami inginkan, yaitu komitmen kuat yang dapat diverifikasi, dan didukung oleh inspeksi bahwa Iran akan melakukan denuklirisasi di seluruh negeri," kata Vance, dalam sebuah wawancara yang dirilis pada hari Selasa.

Vance menjelaskan bahwa AS akan berupaya agar hal tersebut dapat dicapai.

Pada 18 Juni 2026, Iran dan Amerika Serikat telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang mengatur pengakhiran konflik militer yang dimulai sejak 28 Februari 2026.

Dokumen tersebut juga menetapkan tenggat waktu bagi AS untuk mencabut blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan Iran, dan Iran dapat memulihkan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Iran juga berkomitmen untuk tidak memiliki senjata nuklir dengan perihal nuklir Iran akan diselesaikan melalui perjanjian terpisah.

Para pihak terkait akan mengadakan perundingan mengenai masalah tersebut dalam waktu 60 hari. Bagi Teheran, hasil yang diharapkan adalah pencabutan sejumlah sanksi anti-Iran.

Sumber: Sputnik

Baca juga: AS belum cairkan dana Iran meski ada Nota Kesepahaman

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.