Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengatakan, perayaan satu abad Istri Proklamator Indonesia, Rahmi Hatta, menjadi bukti perempuan mampu turut berdaya bagi kemajuan bangsa.
"Sebagai pendamping proklamator sekaligus wakil presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta, beliau menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan bangsa bukan hanya melalui posisi formal, melainkan juga melalui keteladanan, kebijaksanaan, dan pengabdian yang tulus," katanya di Gedung Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta, Rabu.
Arifah menegaskan, peringatan satu abad kelahiran Rahmi Hatta bukan sekedar mengenang perjalanan hidup seorang tokoh, melainkan juga menjadi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada bangsa Indonesia.
"Dalam perjalanan sejarah bangsa, kita banyak mengenal perempuan Indonesia yang telah memberikan kontribusi besar, baik di ranah publik maupun melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Ibu Rahmi Hatta adalah satu di antaranya. Warisan terbesar yang beliau tinggalkan bukan semata jejak sejarah, melainkan nilai-nilai kehidupan yang tetap relevan hingga saat ini," ujar dia.
Baca juga: KemenPPPA pastikan perlindungan anak korban kekerasan orang tua Batam
Menurut dia, nilai-nilai integritas, kesederhanaan, semangat belajar sepanjang hayat, penghormatan terhadap martabat manusia, dan kepedulian terhadap sesama adalah sikap yang dapat menjadi teladan bagi seluruh perempuan Indonesia.
"Nilai-nilai tersebut selaras dengan arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Astacita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, makmur, dan berdaya saing melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul, penguatan kualitas keluarga, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pembangunan yang inklusif dan berkeadilan," tuturnya.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana pembangunan tersebut mampu menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat termasuk perempuan dan anak.
"Oleh karena itu, perspektif gender dan pemenuhan hak anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari setiap proses pembangunan," ucap Arifah.
Baca juga: Menteri PPPA minta masyarakat jangan hakimi perempuan korban kekerasan
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.