memang sekarang ini pasar semua komoditas itu ketat sekali dan detail sehingga mau tidak mau kita harus memperbaiki di internal kita, organisasi kita perbaiki

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding mengatakan bahwa perlu perbaikan tata kelola ekspor sarang burung walet agar produk dari Indonesia dapat terserap maksimal.

"Bagaimana agar ekspor sarang walet ini terutama yang premium dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh negara-negara tujuan," kata Karding di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pihaknya menggelar audensi dengan asosiasi dan forum sarang burung walet meminta masukan terkait masalah yang dihadapi mereka dalam menjalankan usahanya.

Ia mengatakan bahwa dari hasil pertemuan tersebut pihaknya mendapat sejumlah masukan, di antaranya terkait sejumlah perusahaan ekspor sarang burung walet yang terkena suspend.

Karding mengatakan bahwa 19 perusahaan yang terkena suspend tersebut disebabkan karena produk sarang burung walet mereka mengandung aluminium.

Baca juga: Barantin: Kelapa parut Gorontalo berhasil tembus pasar Uni Eropa

Baca juga: Barantin identifikasi empat hambatan produk desa menuju ekspor

"Karena memang sekarang ini pasar semua komoditas itu ketat sekali dan detail sehingga mau tidak mau kita harus memperbaiki di internal kita, organisasi kita perbaiki," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI) Boedi Mranata mengatakan bahwa dari 50 perusahaan pengekspor sarang burung walet 19 di antaranya terkena suspend oleh negara tujuan terutama China.

Ia menuturkan bahwa untuk ekspor sarang burung walet ke China per tahun mencapai 400-500 ton dan itu terpenuhi oleh perusahaan yang tidak terkena suspend.

"Banyak perusahaan kita yang disuspend dan ini isu yang harus dibenahi terlebih dahulu. Karena pemerintah China hingga saat ini tidak mau membuka," katanya menambahkan.

Baca juga: Barantin-Kemendes perkuat literasi desa dukung 5.000 Desa Ekspor

Baca juga: Barantin gandeng ACDP Australia perkuat kapasitas lab karantina

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.