Jakarta (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) akan memperketat quality control untuk ekspor sarang burung walet agar tidak terjadi penangguhan atau suspend dari negara tujuan.
"Mereka itu harus kita kontrol supaya tidak dipersulit," kata Kepala Barantin Abdul Kadir Karding di Jakarta, Rabu, menanggapi adanya 19 perusahaan eksportir sarang burung walet yang mendapat suspend dari China.
Karding mengatakan, saat ini dari 50 perusahaan eksportir sarang burung walet 19 di antaranya di-suspend oleh Pemerintah China karena produksinya mengandung aluminium di atas ambang wajar.
Untuk itu, Karding akan memperketat quality control di Indonesia sebelum produk sarang walet diekspor ke luar negeri. Sebab kata dia, lebih baik perusahaan ekspor tersebut di-suspend di Indonesia dari pada oleh negara tujuan ekspor.
"Kita perbaiki quality control-nya. Kita perbaiki reliabilitasnya kita dan persyaratan lainnya," ujarnya.
Karding menambahkan, pihaknya juga akan memperkuat komunikasi melalui Kedutaan Besar di China, agar suspend terhadap 19 perusahaan eksportir sarang burung walet dapat dicabut.
"Langkah yang kami lakukan adalah memperkuat komunikasi dengan kedutaan kita yang ada di China. Intinya saya ingin jangan China yang suspend, lebih baik di-suspend di Indonesia saja. Jadi China sudah terima baiknya," ucapnya.
Baca juga: Barantin upayakan perbaikan tata kelola ekspor sarang burung walet
Baca juga: Sejarah sarang burung walet sebagai komoditas unggulan Indonesia
Barantin kata Karding, ingin menunjukkan bahwa Indonesia memang serius menangani permasalahan-permasalahan dalam negeri.
Pihaknya juga upayakan melihat daftar yang dipermasalahkan oleh China salah satunya yaitu kandungan aluminium di atas 100 PPM (parts per million).
Sebelumnya, Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI) Boedi Mranata mengatakan bahwa dari 50 perusahaan pengekspor sarang burung walet 19 di antaranya terkena suspend oleh negara tujuan terutama China.
Ia menuturkan bahwa untuk ekspor sarang burung walet ke China per tahun mencapai 400-500 ton dan itu terpenuhi oleh perusahaan yang tidak terkena suspend.
"Banyak perusahaan kita yang disuspend dan ini isu yang harus dibenahi terlebih dahulu. Karena pemerintah China hingga saat ini tidak mau membuka," katanya.
Baca juga: Barantin bongkar praktik kecurangan ekspor sarang burung walet
Baca juga: Barantin investigasi pembatasan ekspor sarang burung walet ke China
Baca juga: Ekspor sarang burung walet sepanjang 2025 capai 894,86 ton
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.