Jakarta (ANTARA) - Proyek kecerdasan artifisial (AI) OpenClaw resmi meluncurkan aplikasi mandiri untuk perangkat iOS dan Android, sehingga pengguna kini dapat mengunduh agen AI tersebut melalui toko aplikasi App Store dan Play Store.
Dilansir dari siaran Engadget, Selasa (30/6) waktu setempat, aplikasi tersebut memungkinkan pengguna berinteraksi dengan asisten AI melalui ponsel seperti mengobrol, memantau tugas yang sedang dikerjakan AI, hingga memberi persetujuan untuk tindakan yang akan dikerjakan AI.
Selain itu, pengguna dapat memberikan akses untuk agen AI ke berbagai fitur perangkat, seperti kamera, layar, lokasi, foto, kontak, kalender, hingga pengingat.
OpenClaw yang bermula sebagai proyek AI berskala kecil saat ini dikelola sebagai proyek sumber terbuka (open-source) oleh sebuah yayasan setelah pendirinya, Peter Steinberger, bergabung dengan OpenAI pada awal tahun ini.
Baca juga: Kreator OpenClaw bergabung dengan OpenAI
Aplikasi OpenClaw untuk iOS dan Android sendiri diterbitkan oleh OpenClaw Foundation.
Saat pengumuman perekrutan Steinberger, OpenAI juga menyatakan akan memberikan dukungan kepada organisasi tersebut, meskipun tidak merinci bentuk dukungan yang akan diberikan.
Peluncuran aplikasi OpenClaw juga menjadi perkembangan penting bagi teknologi agen AI, yang selama ini menghadapi tantangan khusus di ekosistem Apple karena proses peninjauan aplikasi yang lebih ketat.
Apple sebelumnya dilaporkan menolak sejumlah aplikasi agen AI karena kekhawatiran terkait aspek keamanan, terutama yang berkaitan dengan pengembangan perangkat lunak berbasis AI.
Akibat pembatasan tersebut, pengguna iPhone sebelumnya harus memanfaatkan aplikasi percakapan pihak ketiga seperti Telegram atau WhatsApp untuk berinteraksi dengan agen AI mereka.
Baca juga: OpenAI batasi peredaran GPT-5.6 karena permintaan pemerintah AS
Baca juga: OpenAI gaet Getty untuk tampilkan gambarnya di hasil pencarian ChatGPT
Baca juga: OpenAI rilis fitur "Lockdown Mode" untuk lindungi data sensitif
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.