Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memaksimalkan program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) yang bekerja sama dengan pihak swasta menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) untuk mengatasi backlog kelayakan hunian.
"Backlog perumahan itu ada yang kepemilikan dan kualitas (kelayakan hunian), jadi rumah yang tidak layak huni supaya menjadi layak huni dilakukan melalui CSR ini," kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP Rini Dyah Mawarty di Dusun Lok Andeng, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu.
Menurut dia, keterlibatan dari pihak swasta begitu penting karena mampu memastikan masyarakat memiliki hunian tapak yang layak dan nyaman untuk ditinggali.
Ia turut menyampaikan bahwa program perbaikan rumah menggunakan dana CSR juga menjadi dukungan terhadap program 3 juta rumah.
"Masyarakat bisa bekerja untuk meningkatkan taraf hidup, terus saat kembali ke rumah mereka beristirahat dengan nyaman, kalau hujan mereka tidak kehujanan dan seterusnya," katanya.
Kementerian PKP memastikan program serupa yang berjalan di setiap daerah bergulir dengan baik, banyak perusahaan swasta secara masif menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat tak mampu.
"Paling ditekankan itu kriteria rumah dan mata pencaharian juga, berarti kan (penerima) masuk desil 1 dan desil 4 di data BPS," katanya.
Pada kesempatan yang sama, General Manager CitraLand Puncak Tidar Malang Deddy mengatakan perusahaannya menargetkan ada 25 RTLH di Malang yang disasar perbaikan tahun 2026.
"Di Kabupaten Malang 25 rumah, yang sudah selesai 10 rumah dan empat rumah masih on progres, sedangkan sisanya di akhir tahun (2026) selesai semua. Sekarang diutamakan Desa Kalisongo karena kebetulan lokasinya berdekatan sama proyek kami," katanya.
Sementara itu, salah seorang warga penerima manfaat bernama Jamia, mengungkapkan kebahagiaannya lantaran rumahnya kini sudah lebih layak untuk ditinggali setelah diperbaiki.
Ia mengatakan sebelum direnovasi tempat tinggal kerap kali mengalami bocor ketika cuaca hujan melanda.
"Dulu saya tidak tahu kalau dapat bantuan dan sempat takut tapi ternyata direnovasi, senang sekali alhamdullilah," ujar dia.
Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.