Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan merevitalisasi sejumlah bangunan dan fasilitas di kawasan Monumen Pancasila Sakti guna meningkatkan kualitas layanan museum sekaligus menghadirkan ruang edukasi sejarah yang lebih representatif, nyaman, dan adaptif, tanpa mengurangi nilai autentisitas koleksi maupun karakter historis.

"Museum ini sedang kita revitalisasi sehingga para pengunjung bisa lebih mudah dan nyaman melihat koleksi yang ada di dalamnya," ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis.

Hal itu ia sampaikan saat melakukan kunjungan ke Museum Pengkhianatan Partai Komunis Indonesia (PKI), ruang relik yang menyimpan pakaian dan perlengkapan asli para Pahlawan Revolusi yang menjadi korban penculikan PKI, serta ruang diorama Museum Paseban yang saat ini tengah direvitalisasi oleh Kementerian Kebudayaan.

Menbud menjelaskan bahwa revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembaruan sarana fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas penyajian sejarah agar lebih mudah dipahami masyarakat, khususnya generasi muda.

Baca juga: Monumen Pahlawan Revolusi, begini sejarah dan pembangunannya

Menurutnya, museum memiliki peran strategis sebagai ruang pembelajaran yang menghubungkan masyarakat dengan perjalanan sejarah bangsa sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila.

Lebih lanjut, Menbud mengatakan bahwa museum tersebut menyimpan berbagai koleksi sejarah bernilai tinggi, mulai dari diorama yang menggambarkan berbagai dinamika bangsa pascaproklamasi, termasuk peristiwa pemberontakan tahun 1948 dan 1965, hingga ruang relik yang memamerkan artefak asli berupa pakaian dan perlengkapan milik para Pahlawan Revolusi yang ditemukan di kawasan Lubang Buaya.

Koleksi tersebut menjadi bagian dari memori kolektif bangsa sekaligus sumber pembelajaran sejarah bagi masyarakat.

Menurutnya, pelestarian museum merupakan bagian dari upaya menjaga ingatan sejarah bangsa agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Pemahaman terhadap sejarah menjadi fondasi penting dalam memperkuat karakter kebangsaan dan menjaga Pancasila sebagai dasar negara.

Baca juga: Seputar Oldsmobile 98, mobil dinas A Yani di Museum Lubang Buaya

"Pancasila adalah pegangan sekaligus kekuatan yang mempersatukan bangsa Indonesia. Melalui museum ini kita diingatkan agar pengkhianatan terhadap Pancasila tidak pernah terulang kembali," tambahnya.

Monumen Pancasila Sakti merupakan salah satu kawasan cagar budaya yang memiliki arti penting dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Kawasan tersebut menyimpan berbagai koleksi dan tinggalan sejarah, antara lain diorama yang menggambarkan berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia, ruang relik, ruang pameran foto dokumenter, koleksi kendaraan bersejarah yang berkaitan dengan peristiwa Gerakan 30 September 1965, serta bangunan-bangunan bersejarah seperti Rumah Penyiksaan, Pos Komando, dapur umum, dan sumur tua atau lubang buaya sebagai bagian dari jejak sejarah peristiwa tersebut.

Baca juga: Pengelola Monumen Pancasila Sakti ganti benda sejarah dengan replika

Baca juga: Sejarawan minta ungkap fakta tragedi 1965

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.