Penyuluhan ini sangat penting agar masyarakat tidak membuka lahan secara liar yang memicu deforestasi tinggi

Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Kehutanan terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait upaya rehabilitasi kawasan mangrove di wilayah Delta Mahakam guna mencegah kerusakan lingkungan.

"Penyuluhan ini sangat penting agar masyarakat tidak membuka lahan secara liar yang memicu deforestasi tinggi," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltim Rusmadi di Samarinda, Kamis.

Untuk mempercepat program pelestarian lingkungan tersebut, lanjutnya, pemerintah daerah secara khusus telah membentuk Forum Daerah Aliran Sungai (DAS).

Menurut dia, keberadaan forum ini menjadi ujung tombak di lapangan dalam menata ulang kawasan yang telanjur dibuka warga untuk tambak komersial.

Baca juga: Restorasi mangrove Delta Mahakam bermanfaat ganda bagi warga pesisir

"Melalui forum tersebut kami memprogramkan penanaman kembali mangrove secara rutin, karena tanaman ini menghasilkan oksigen berkualitas serta menyerap karbon yang diakui oleh Bank Dunia," kata Rusmadi.

Selain melakukan penanaman kembali, lanjut dia, pemerintah berupaya mengintegrasikan kegiatan pelestarian ekosistem pesisir dengan roda ekonomi masyarakat melalui penerapan konsep tambak harmoni berkonsep Silvofishery.

Konsep integrasi tambak dan pelestarian lingkungan ini memungkinkan warga setempat untuk tetap membudidayakan komoditas perairan, seperti udang windu, kepiting, dan ikan, secara berkelanjutan.

"Masyarakat juga kami berikan kewenangan mengelola lahan perhutanan sosial seluas lima hektare per warga agar pemanfaatannya terarah," tutur Rusmadi.

Baca juga: Kemenhut wujudkan desa mandiri peduli mangrove lewat perdes

Kewenangan tersebut mewajibkan masyarakat untuk bernaung dalam kelompok tani agar seluruh kegiatan operasional lahan dapat dikoordinasikan sesuai panduan pemerintah.

Pemprov Kaltim turut menyiapkan berbagai bibit tanaman unggul secara gratis agar proses pemulihan daya dukung alam berjalan tanpa mengganggu kelestarian hutan.

Rusmadi menyampaikan masyarakat diarahkan menanam komoditas bernilai ekonomi tinggi namun ramah lingkungan guna menyejahterakan komunitas kawasan hutan.

Komoditas prioritas tersebut meliputi tanaman penyumbang oksigen maksimal, seperti aren, kopi, karet, jengkol, Durian Elai, serta komoditas pertanian pangan jenis cabai.

"Penanaman pohon keras jenis meranti juga turut digiatkan agar spesies endemik tersebut tidak punah, dan aktivitas ini bahkan bisa dipadukan dengan peternakan sapi," kata Kepala Dishut Kaltim Rusmadi.

Baca juga: Ikan di Delta Mahakam aman dikonsumsi

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.