Washington (ANTARA) - Dunia diperkirakan tidak akan segera menyaksikan triliuner dolar baru dalam waktu dekat setelah CEO SpaceX Elon Musk menjadi orang pertama yang menembus ambang kekayaan pribadi mencapai 1 triliun dolar AS.

“Kita mungkin harus menunggu sangat lama sebelum ada orang lain yang menjadi triliuner,” kata Profesor Keuangan Universitas Florida, Jay Ritter, kepada RIA Novosti, Rabu.

Dia menambahkan, belum ada data yang menunjukkan ada orang lain dengan kekayaan jauh di atas 300 miliar dolar AS.

Tujuh orang terkaya dunia saat ini mayoritas pendiri perusahaan teknologi Amerika Serikat.

Ritter mencontohkan Bill Gates, pendiri Microsoft, yang telah menyumbangkan sebagian besar kekayaannya sehingga tidak lagi masuk jajaran tujuh besar.

Dia juga menekankan bahwa peringkat kekayaan hanya menghitung nilai pasar saham yang dimiliki miliarder, tanpa memperhitungkan kewajiban pajak.

Jika Jeff Bezos menjual seluruh saham Amazon, ia tetap harus membayar pajak yang akan mengurangi nilai kekayaannya.

Musk resmi menjadi triliuner pertama dalam sejarah setelah SpaceX dan perusahaan kecerdasan buatannya melantai di bursa pada 12 Juni.

Berdasarkan data Bloomberg Billionaires Index per Rabu, kekayaan Musk bertambah 391 miliar dolar AS sepanjang tahun ini menjadi 1,01 triliun dolar AS.

Pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin menempati posisi kedua dan ketiga dengan kekayaan masing-masing 301 miliar dan 280 miliar dolar AS.

Jeff Bezos berada di posisi keempat dengan 262 miliar dolar AS, disusul pendiri Dell Technologies Michael Dell di posisi kelima dengan 217 miliar dolar AS.

Larry Ellison, salah satu pendiri Oracle, turun ke posisi keenam setelah kekayaannya berkurang menjadi 202 miliar dolar AS.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Kekayaan Elon Musk lampaui kapitalisasi Bitcoin seusai IPO SpaceX

Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.