Apa yang terjadi kemarin 1 Juli adalah berdasarkan aturan, ketentuan dan harga minyak dunia tentunya

Jakarta (ANTARA) - Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan, pihaknya mempertimbangkan daya beli masyarakat saat menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di tengah gejolak geopolitik.

“Komponen dari kemampuan atau daya beli masyarakat tentu tetap menjadi salah satu pertimbangan kami dalam menetapkan harga,” ujar Baron ketika dijumpai di sela-sela acara Kick Off dan Coaching Clinic Apresiasi Jurnalistik Pertamina 2026 di Jakarta, Kamis.

Pernyataan tersebut ia sampaikan ketika disinggung mengenai harga Pertamax (RON 92) masih berada di level Rp16.250 per liter, begitu pula Pertamax Green (RON 95) di level Rp17.000 per liter.

Lebih lanjut, Baron menyampaikan Pertamina mengikuti pola perhitungan BBM sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang mengacu kepada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 11 Tahun 2022 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

Kepmen tersebut mengatur tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Baca juga: Pertamina siap salurkan B50 menjelang peluncuran oleh Presiden Prabowo

Baca juga: Kapal Pertamina Pride tunggu perizinan untuk lintasi Selat Hormuz

“Apa yang terjadi kemarin 1 Juli adalah berdasarkan aturan, ketentuan dan harga minyak dunia tentunya,” ucap Baron.

Terkait perpindahan konsumen Pertamax ke Pertalite akibat terdapat pelebaran disparitas harga, Baron menyampaikan Pertamina terus memantau penyaluran BBM-nya.

“Kami terus pantau, sehingga dalam penyalurannya sendiri kami melihat bagaimana kami menyalurkan BBM nonsubsidi dan BBM subsidi tersebut,” kata Baron.

PT Pertamina (Persero) mengumumkan harga BBM nonsubsidi jenis solar, seperti Pertamina Dex dan Dexlite, dan Pertamax Turbo turun mulai 1 Juli 2026.

Untuk wilayah Jabodetabek, tercatat harga Pertamina Dex Series atau BBM jenis solar nonsubsidi yakni jenis Dexlite (CN 51) turun menjadi Rp19.700 per liter dari Rp23.000 per liter pada Juni 2026.

Pertamina Dex (CN 53) juga turun menjadi Rp21.150 per liter dari yang sebelumnya Rp24.800 per liter.

Perubahan serupa juga terjadi untuk BBM jenis Pertamax Turbo (RON 98) yang mengalami penurunan ke angka Rp19.300 per liter dari Rp20.750 per liter pada Juni.

Sementara itu, harga untuk BBM jenis Pertamax (RON 92) masih berada di level Rp16.250 per liter, begitu pula Pertamax Green (RON 95) di level Rp17.000 per liter.

Kenaikan harga kedua produk tersebut terjadi pada 10 Juni 2026, beberapa bulan setelah pemerintah menahan harga BBM yang melonjak akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Harga BBM penugasan dan subsidi tidak mengalami perubahan harga, yaitu Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Baca juga: Pertamina sebut 29 terminal BBM siap distribusikan B50

Baca juga: Pertamina Patra Niaga umumkan harga avtur turun 14 persen mulai 1 Juli

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.