Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata mengaku memiliki keinginan kuat untuk menggaet Korea Tourism Organization (KTO) sebagai mitra untuk memperluas promosi dan pemasaran pariwisata Indonesia khususnya pada wisatawan Korea Selatan.

"Kementerian Pariwisata ingin memperkuat kerja sama promosi dan pemasaran dengan KTO dan wholesaler terkemuka Korsel dalam kegiatan promosi dan pemasaran untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari kedua negara," kata Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Nia menyampaikan Kementerian Pariwisata akan menjadikan KTO sebagai mitra kerja dan wholesaler terkemuka Korsel dalam hal pemasaran melalui program penjualan paket, business matching, dan perjalanan wisata pengenalan (fam trip).

Baca juga: Bidik target 17,6 juta wisman, Kemenpar promosi wisata RI di Malaysia

Dengan adanya kolaborasi bersama KTO dan wholesaler terkemuka Korea Selatan, Kementerian Pariwisata berencana berpartisipasi di travel expo serta melakukan promosi destinasi dan produk atau wisata minat khusus seperti golf, wisata bahari, kebugaran, dan gastronomi di sales mission dan tourism travel expo.

"Tahun ini Kemenpar mengadakan kegiatan sales mission dan berpartisipasi dalam pameran pariwisata internasional di Seoul International Travel Fair (SITF), sales mission di Busan dan Gwangju, Korea Selatan," kata Nia.

Nia menambahkan Kementerian Pariwisata melihat peluang besar untuk mengembangkan sektor pariwisata di kedua negara. Potensi itu tampak dari pengembangan sumber daya manusia, strategi pemasaran terpadu dan digital serta pariwisata minat khusus gastronomi.

Baca juga: Kemenpar dukung sertifikasi halal untuk tingkatkan wisata ramah Muslim

Dalam mengembangkan sumber daya manusia pariwisata, Nia menilai Korea Selatan memberikan dukungan dalam program "Korea Partnership Initiative for Sustainable Tourism" (KOPIST) dan Program Pelatihan Eksekutif UN Tourism dalam mendukung pengembangan kapasitas para pejabat pariwisata Indonesia.

Sehingga pemerintah berminat untuk menjalin kerja sama dengan Korsel dalam memberdayakan generasi penerus profesional pariwisata melalui program pertukaran, beasiswa, dan magang.

Kementerian Pariwisata turut menerapkan strategi pemasaran terpadu dan digital dalam program unggulan Tourism 5.0. Program Tourism 5.0 meluncurkan MaiA sebagai digital travel companion yang dapat diakses melalui situs Indonesia.travel.

Baca juga: Kemenpar: Indonesia harus garap pasar besar wisatawan muslim dunia

Selain itu, MaiA juga menghadirkan pilihan bahasa Korea, serta membantu menyusun paket wisata pilihan meliputi aktivitas golf, bahari, wisata petualangan, wisata kuliner dan gastronomi.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Republik Korea Chae Hwi Young di sela The 13th APEC Tourism Ministerial Meeting (TMM13) di Makau SAR, Tiongkok, pada 27 Juni 2026.

Menurut siaran pers kementerian yang dikonfirmasi pada Senin, area kerja sama yang dibahas dalam pertemuan itu mencakup penguatan promosi bersama Korea Tourism Organization (KTO) dan para agen perjalanan serta pengembangan wisata minat khusus gastronomi.

"Dengan kesamaan visi dalam kerangka APEC dan UN Tourism, Indonesia dan Republik Korea memiliki peluang besar untuk membawa kerja sama pariwisata ke tingkat yang lebih maju dan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara," kata Widiyanti.

Baca juga: Kemenpar bidik potensi 262 juta perjalanan wisata Muslim global 2030

Baca juga: Kemenpar: Wisatawan nusantara masih dominasi peningkatan ekonomi lokal

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.