Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata membuka peluang kerja sama dengan idola K-Pop asal Indonesia untuk mempromosikan keindahan pariwisata tanah air di tingkat global.
"Idola K-pop dari Indonesia yang digemari di Korea Selatan dapat menjadi endorser kuat untuk mengenalkan pariwisata Indonesia kepada masyarakat Korea Selatan, terutama wisatawan milenial dan Gen Z yang mendominasi negeri tersebut," kata Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Nia mengatakan saat ini wisatawan asal Korea Selatan yang berkunjung ke Indonesia mayoritas berasal dari kalangan milenial dan Gen Z. Mereka menyukai wisata bahari dan wisata olahraga.
Korea Selatan juga masuk dalam 10 pasar sumber wisatawan utama bagi Indonesia. Kunjungan turis Korsel tahun 2025 lalu sebanyak 496.862 kunjungan atau tumbuh sebesar 13,97 persen secara year-on-year.
Sementara itu, pada kuartal pertama (Januari-April) tahun ini dari jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sebanyak 4,7 juta atau tumbuh 8,24 persen secara year-on-year, di mana sebanyak 150.195 merupakan wisatawan dari Korea Selatan.
Baca juga: Kemenpar ingin gaet KTO untuk perluas promosi pariwisata Indonesia
Maka dari itu, Kementerian Pariwisata mendorong industri pariwisata (biro perjalanan) untuk mengembangkan paket wisata yang fokus pada aktivitas seperti golf, wisata bahari (marine), honeymoon & wedding, petualangan dan pengalaman kuliner.
Kementerian Pariwisata juga berupaya untuk dapat melakukan kolaborasi dengan idola K-pop yang berasal dari Indonesia, dengan harapan untuk meningkatkan promosi pariwisata Indonesia secara global.
Di samping itu, ada program Event by Indonesia sebagai satu di antara 5 program unggulan 2026 untuk pariwisata berkualitas. Penyelenggaraan event seperti konser musik berkualitas dan bertaraf internasional yang menjadi ciri khas Indonesia akan mengangkat nama di kancah global.
"Penyelenggaraan event memberikan dampak langsung bagi destinasi melalui penyerapan tenaga kerja masyarakat lokal, seniman, dan UMKM, serta menciptakan efek pengganda yang kuat," ujar dia.
Terkait dengan maraknya konser K-Pop yang digelar di Indonesia belakangan waktu terakhir, Nia mengatakan pemerintah berusaha memanfaatkan penyelenggaraan konser idola K-Pop sebagai momen untuk mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia ke mancanegara.
Baca juga: Bidik target 17,6 juta wisman, Kemenpar promosi wisata RI di Malaysia
Penyelenggaraan konser K-Pop di kota-kota besar di Indonesia dinilai memberikan dampak besar terhadap perekonomian negara sekaligus dapat mencegah keluarnya devisa pariwisata, karena para penggemar K-Pop di Indonesia yang jumlahnya besar tidak harus keluar negeri untuk menyaksikan idola K-Pop mereka.
"Konser K-Pop di Jakarta memberikan keuntungan besar, berupa perputaran uang yang dibelanjakan oleh ribuan penonton untuk membeli tiket konser, akomodasi (hotel), makan-minum, transportasi dan komunikasi, serta membeli oleh-oleh, di antaranya merchandise," kata Nia.
Ia menyampaikan perputaran uang di antaranya akan masuk ke negara berupa pajak; pajak tontonan konser dan pajak konsumsi seperti hotel, makan minum, dan membeli barang merchandise, juga sewa venue ke perusahaan pengelola aset negara.
Diketahui sejumlah idola asal Indonesia yang terkenal dalam industri K-Pop seperti Carmen (Hearts2Hearts), Zayyan (XODIAC), Kim (VVUP), Dita Karang (ex-Secret Number), Vanesya (NWH:I) hingga Loudi.
Baca juga: Kemenpar dukung sertifikasi halal untuk tingkatkan wisata ramah Muslim
Baca juga: Kemenpar: Indonesia harus garap pasar besar wisatawan muslim dunia
Baca juga: Kemenpar bangun ekosistem halal berdaya saing lewat IIE 2026
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.