Jakarta (ANTARA) - Majelis Alumni (MA) IPNU menggelar istigosah dan nonton bareng (Nobar) Piala Dunia 2026 demi menghadirkan ruang kebersamaan bagi kader dan warga Nahdliyin di tengah menghangatnya dinamika jelang Muktamar ke-35 NU.

Ketua MA IPNU Asrorun Ni’am Sholeh mengatakan sepak bola dipilih karena memiliki kekuatan menyatukan banyak kalangan tanpa melihat latar belakang kelompok maupun pilihan.

“Kita ingin memberikan tontonan yang khas IPNU dan Nahdlatul Ulama. Bukan Nobar biasa. Yang paling berkesan yakni pelaksanaan istigosah sebelum peluit wasit dibunyikan,” ujar Asrorun Ni’am dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Asrorun Ni’am menjelaskan kegiatan Nobar dan istigosah bakal digelar di lima wilayah, yakni NTB, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatera Barat.

Lokasi tersebut dipilih karena merupakan daerah kandidat tuan rumah Muktamar NU hasil musyawarah para kiai dalam Munas Ulama di Ponpes Al Falah Ploso, Kediri.

“Kita menghormati keputusan para kiai. Karena itu Nobar Piala Dunia ini digelar di daerah-daerah calon lokasi Muktamar,” katanya.

Tak hanya untuk kader aktif dan alumni IPNU, kegiatan tersebut juga terbuka bagi masyarakat umum dan para pecinta sepak bola.

“Ayo semua penggila bola di tanah air silakan datang di lokasi Nobar MA IPNU di daerah-daerah. Info lebih lanjut bisa melalui MA IPNU setempat,” ujarnya.

Di tengah kontestasi menuju Muktamar NU, MA IPNU berharap kegiatan ini bisa menjadi ruang silaturahmi sekaligus pendingin suasana di internal organisasi. Ni’am juga mengingatkan bahwa banyak kader IPNU saat ini memegang peran penting di tubuh NU.

“Kita mewakafkan 85 kader yang saat ini menjadi Ketua PCNU se-Indonesia. Mereka pemilik suara. Yuk berikan kesejukan menjelang Muktamar,” kata dia.

Agenda Istigosah dan Nobar Piala Dunia 2026 ini dijadwalkan berlangsung mulai 5 Juli hingga partai final pada 20 Juli 2026 yang akan digelar di Kantor PBNU.

Baca juga: PBNU: Muktamar NU digelar Agustus 2026, lokasi belum diputuskan

Baca juga: Asrorun Ni'am ingatkan NU senantiasa rawat persatuan

Baca juga: Mendagri imbau daerah nobar Piala Dunia 2026 untuk gerakkan ekonomi

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.