Roadmap tersebut diarahkan untuk melistriki seluruh lokasi yang belum memperoleh akses listrik dari PLN. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kepada rumah tangga tidak mampu setelah jaringan listrik tersedia

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan pemerintah menyiapkan tiga strategi utama untuk memperluas akses listrik hingga ke desa-desa terpencil.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mengejar target rasio elektrifikasi nasional yang mendekati 100 persen pada 2029, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2025 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026.

"Strategi pencapaiannya dilakukan melalui tiga pendekatan," ujar Qodari dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Baca juga: PLN: Listrik masuk desa di Deli Serdang buka peluang ekonomi warga

Pertama, pemerintah akan memperluas jaringan listrik ke wilayah-wilayah yang lokasinya berdekatan dengan jaringan PT PLN (Persero) yang telah tersedia.

Selanjutnya, pemerintah akan membangun mini grid berbasis potensi energi setempat, termasuk energi baru terbarukan (EBT), untuk melayani permukiman komunal di wilayah terpencil maupun kepulauan.

Strategi ketiga adalah penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) individual yang dilengkapi baterai bagi permukiman yang tersebar dan dinilai tidak ekonomis untuk dijangkau jaringan listrik.

Baca juga: PLN targetkan seluruh desa di Kalteng dan Kalsel berlistrik 100 persen

Qodari mengatakan bahwa program perluasan elektrifikasi tersebut sejalan dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 316.K/TL.03/MEM.L/2025 tentang Peta Jalan Program Listrik Perdesaan dan Bantuan Pasang Baru Listrik Tahun 2025–2029 yang menjelaskan langkah-langkah pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi.

"Roadmap tersebut diarahkan untuk melistriki seluruh lokasi yang belum memperoleh akses listrik dari PLN. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kepada rumah tangga tidak mampu setelah jaringan listrik tersedia," jelasnya.

Berdasarkan data resmi PLN, rasio elektrifikasi nasional telah mencapai 99,83 persen dari total jumlah rumah tangga di seluruh Indonesia, sementara rasio desa berlistrik mencapai 99,97 persen dan rasio elektrifikasi yang dilayani langsung oleh PLN mencapai 98,56 persen.

Baca juga: Bahlil: 5.700 desa, 4.400 dusun bakal dialiri listrik 2029–2030

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.