Jakarta (ANTARA) - Apple disebut bakal menaikkan target produksi ponsel lipat perdananya yang diyakini disebut iPhone Ultra menjadi 10 juta unit.
Kabar ini dilaporkan GSM Arena, Kamis (2/7), yang mengungkap bahwa target itu berlaku untuk 2026. Nikkei Asia sebagai sumber informasi pertama mengutip sumber yang mengetahui masalah itu dan menyebutkan bahwa terdapat kenaikan target produksi dari ponsel lipat itu.
Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa perusahaan menargetkan produksi awal dengan perkiraan produk sebanyak tujuh juta hingga delapan juta unit.
Baca juga: iPhone Ultra dikabarkan mulai diproduksi massal pada Juli 2026
Selain membahas iPhone Ultra, laporan yang sama juga mengklaim bahwa Apple telah meminta para pemasoknya untuk memproduksi 70 juta unit tambahan untuk produk iPhone 18 dan iPhone 18 Pro Max. Dengan demikian, total target produksi Apple untuk lini iPhone barunya di 2026 diperkirakan mencapai sekitar 220 juta unit.
Selain itu, laporan tersebut menyebutkan bahwa Apple telah menginstruksikan beberapa pemasok untuk bersiap menerima pesanan tambahan hingga 85 juta unit pada paruh kedua 2026.
Perusahaan yang berbasis di Cupertino itu dilaporkan juga meminta para pemasok untuk menyiapkan komponen iPhone 17 tertentu dan akan digunakan untuk seri iPhone 18 yang akan datang.
Sejauh ini informasi yang beredar menyebutkan bahwa Apple iPhone Ultra, iPhone 18 Pro, dan iPhone 18 Pro Max diperkirakan akan diumumkan pada 8 September 2026.
Menurut rumor, iPhone lipat tersebut akan dijual mulai sekitar 2.500 dolar AS (sekitar Rp44 jutaan) dan mencapai 3.000 dolar AS (sekitar Rp53 jutaan) untuk kapasitas penyimpanan yang lebih besar.
Baca juga: Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra hadirkan peningkatan kamera "ultra-wide"
Baca juga: Vivo konfirmasi X Fold 6 bakal meluncur ke pasar global
Baca juga: Android 17 bakal hadirkan mode "gaming" khusus untuk ponsel lipat
Baca juga: Xiaomi Mix Fold 5 dikabarkan usung kamera 200MP dan baterai 6.000 mAh
Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.