Jakarta (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mempercepat transformasi Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jatim, sebagai upaya memperkuat konektivitas nasional melalui peningkatan kapasitas, penguatan tata kelola, serta penyusunan rencana pengembangan jangka panjang yang terintegrasi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.
Dalam pernyataan tertulis terkonfirmasi di Jakarta, Jumat, Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan penguatan Pelabuhan Ketapang tidak hanya berfokus pada peningkatan fasilitas pelabuhan, tetapi juga pembangunan ekosistem konektivitas yang terintegrasi.
Pengembangan kapasitas dermaga, pola operasi kapal, buffer area, hingga pengaturan lalu lintas di luar kawasan pelabuhan dinilai harus berjalan secara terpadu agar mampu menjawab pertumbuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik pada masa mendatang.
Heru menambahkan pengalaman menghadapi lonjakan arus kendaraan pada periode Angkutan Lebaran maupun libur sekolah menjadi pembelajaran penting bahwa peningkatan layanan tidak lagi dapat mengandalkan optimalisasi operasional semata.
Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan infrastruktur dan tata kelola kawasan yang mampu mengantisipasi pertumbuhan trafik dalam jangka panjang sehingga Pelabuhan Ketapang semakin adaptif terhadap dinamika mobilitas masyarakat, distribusi logistik, maupun perkembangan sektor pariwisata.
Menurut dia, Pelabuhan Ketapang selama ini menjadi simpul strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali. Selain melayani mobilitas masyarakat, pelabuhan tersebut juga berperan penting dalam menjaga kelancaran distribusi logistik dan mendukung sektor pariwisata nasional.
Adapun komitmen percepatan transformasi itu mengemuka dalam audiensi jajaran Direksi ASDP dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Kamis (2/7/2026).
Lebih lanjut, Heru menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan rencana pengembangan bertahap hingga 2029 yang mencakup peningkatan kapasitas sejumlah dermaga, optimalisasi kawasan Bulusan sebagai buffer area kendaraan logistik, pembangunan akses penghubung, hingga pengembangan dermaga baru untuk mendukung kelancaran operasional jangka panjang.
Selain itu, peningkatan kapasitas dermaga akan dilakukan secara bertahap mulai tahun ini sebagai bagian dari penguatan layanan di lintas Ketapang-Gilimanuk.
ASDP juga menegaskan bahwa transformasi Pelabuhan Ketapang membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Pelabuhan Ketapang bukan hanya gerbang penyeberangan Jawa-Bali, tetapi simpul strategis yang menopang konektivitas nasional. Karena itu, pengembangannya membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. ASDP berkomitmen terus menghadirkan layanan yang semakin aman, andal, dan berkelanjutan melalui penguatan infrastruktur, tata kelola, dan kolaborasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, dunia usaha, serta pertumbuhan ekonomi kawasan dalam jangka panjang," ujar Heru.
Lebih lanjut, dalam pertemuan itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan dukungan penuh terhadap penyusunan masterplan pengembangan Pelabuhan Ketapang, termasuk mendorong pengembangannya sebagai proyek strategis nasional (PSN).
Menurut Khofifah, peningkatan kapasitas pelabuhan perlu disiapkan secara menyeluruh melalui optimalisasi kawasan penyangga di kedua sisi penyeberangan, peningkatan standar kapal, pengembangan konektivitas menuju kawasan Bulusan, serta sinergi lintas pemangku kepentingan agar menjadi satu kesatuan sistem transportasi yang terintegrasi.
Baca juga: ASDP Ketapang operasikan 30 kapal feri urai antrean kendaraan
Baca juga: Menhub pisahkan angkutan logistik atasi macet di Ketapang-Gilimanuk
Baca juga: ASDP Ketapang optimalkan armada feri tangani kepadatan kendaraan
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.