PBB (ANTARA) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mitra-mitranya terus mendukung upaya penanggulangan wabah Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo timur, kata badan kemanusiaan PBB pada Kamis (2/7).
Di Provinsi Ituri, otoritas kesehatan telah mengonfirmasi sedikitnya dua kasus Ebola di kamp pengungsian Kigonze, yang menampung sekitar 15.000 orang yang mengungsi akibat konflik di Bunia, kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
Pusat perawatan Ebola saat ini sedang dibangun di kamp pengungsian Kigonze, dan program baru yang menyediakan layanan kesehatan gratis bagi para pengungsi diluncurkan pada Kamis. Para mitra juga meningkatkan upaya penjangkauan masyarakat dan pencegahan penyakit, termasuk pemasangan tempat cuci tangan, sebut OCHA.
"Namun, kurangnya kepercayaan masyarakat terus menghambat intervensi kesehatan publik. Pada 30 Juni, otoritas setempat melaporkan satu warga sipil tewas setelah para pengunjuk rasa membakar sebuah fasilitas kesehatan di Desa Bafwabango, Provinsi Ituri," kata OCHA.
Per Selasa (30/6), otoritas setempat melaporkan 1.406 kasus terkonfirmasi Ebola di provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan. Tiga kasus terkonfirmasi yang terkait dengan Ituri juga telah diidentifikasi di provinsi tetangga, Haut-Uele dan Tshopo, menimbulkan kekhawatiran tentang penyebaran lebih lanjut wabah tersebut.
Koordinator Senior PBB untuk Ebola Julien Harneis tiba di Kinshasa, ibu kota RD Kongo, pada Rabu (1/7) untuk secara resmi memulai tugasnya, bekerja sama erat dengan otoritas nasional, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan mitra-mitra PBB, kata OCHA.
Harneis akan membantu mendukung peningkatan upaya penanggulangan, memperkuat koordinasi, mengatasi tantangan operasional, serta membantu memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkannya sesegera mungkin.
Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.