Jakarta (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta memperkuat peran orang tua dalam melindungi anak dari kekerasan melalui penyelenggaraan Penyuluhan Keluarga Serentak di 267 kelurahan se-DKI Jakarta.
"Perlindungan anak merupakan tanggung jawab seluruh pihak, tidak hanya pemerintah. Orang tua adalah pelindung pertama dan utama bagi anak,” kata Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta Dwi Oktavia di Jakarta, Jumat.
Penyuluhan Keluarga Serentak merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan terhadap anak melalui pengasuhan yang positif.
Melalui kegiatan tersebut, Dwi mengatakan setiap keluarga diajak untuk lebih hadir dalam kehidupan anak, membangun komunikasi yang hangat, serta memberikan pengawasan yang penuh kasih sayang.
“Langkah sederhana di dalam keluarga dapat menjadi benteng yang kuat untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak," ujar Dwi.
Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPPA) Provinsi DKI Jakarta, tercatat sebanyak 2.269 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang 2025.
Jumlah tersebut setara dengan rata-rata enam kasus setiap hari. Namun, angka tersebut diperkirakan belum menggambarkan kondisi yang sebenarnya karena ada kemungkinan terdapat kasus yang belum dilaporkan.
Baca juga: Pemerintah teken SKB layanan terpadu lindungi perempuan-anak Jakarta
Melalui Penyuluhan Keluarga Serentak, Dinas PPAPP DKI juga mengampanyekan gerakan "Keluarga Siaga, Anak Terlindungi" sebagai ajakan kepada seluruh keluarga untuk membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
Gerakan tersebut menekankan pengawasan terhadap anak merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab orang tua dalam memastikan tumbuh kembang anak berlangsung secara optimal.
Salah satu pesan yang disampaikan dalam penyuluhan itu, yakni terkait pentingnya memanfaatkan waktu bersama keluarga pada malam hari.
Mulai pukul 18.00 WIB, anak diharapkan berada di rumah untuk belajar, beribadah, beristirahat, serta membangun komunikasi dengan orang tua.
Pendampingan itu diharapkan dapat mengurangi berbagai risiko yang dapat mengancam keselamatan dan masa depan anak.
Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya pengasuhan yang positif, memperkuat komunikasi dalam keluarga, serta mampu mencegah berbagai bentuk kekerasan sejak dini.
Upaya itu pun menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan keluarga yang tangguh, perempuan yang terlindungi, anak yang aman, serta mendukung terwujudnya Jakarta sebagai Kota Layak Anak.
Penyuluhan itu dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak melalui kolaborasi lintas sektor bersama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, pemerintah kota dan kabupaten administrasi, kecamatan, kelurahan, RW, RT, serta melibatkan kader Dasawisma, Jumantik, Posyandu, dan berbagai unsur masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan edukasi yang lebih dekat dengan warga sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan pertama yang melindungi anak.
Baca juga: Dinas PPAPP DKI gandeng Transjakarta perkuat lingkungan kerja inklusif
Baca juga: Beri rasa aman anak, Dinas PPAPP DKI tekankan sinergi lintas unsur
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.