Jakarta (ANTARA) - PT MRT Jakarta (Perseroda) memastikan keamanan perjalanan ruas Stasiun Senayan Mastercard dan Stasiun ASEAN Headquarters dengan terus mengoptimalkan sistem persinyalan.
Hal itu disampaikan menyusul kejadian ratangga mengerem mendadak saat arus menanjak arah Stasiun ASEAN Headquarters beberapa waktu lalu.
"Sistem persinyalan MRT Jakarta telah dilengkapi dengan berbagai fitur keselamatan yang dirancang untuk memastikan setiap perjalanan berlangsung dengan aman," kata Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo di Jakarta, Jumat.
Rendy mengatakan saat ini MRT Jakarta bersama pihak-pihak terkait tengah melakukan pemeriksaan, pemantauan, dan penanganan secara menyeluruh untuk memastikan sistem persinyalan dapat kembali berfungsi secara optimal pada ruas tersebut.
Bersamaan dengan upaya tersebut, MRT Jakarta terus melakukan optimalisasi sistem guna meningkatkan keandalan layanan dan kenyamanan pelanggan.
"Kami memahami bahwa kondisi ini dapat memengaruhi kenyamanan perjalanan pelanggan. Oleh karena itu, MRT Jakarta terus berupaya menyelesaikan penanganan secepat mungkin dan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut melalui kanal komunikasi resmi apabila terdapat informasi terbaru," kata dia.
MRT Jakarta juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan terkait perjalanan MRT Jakarta di ruas Stasiun Senayan Mastercard-Stasiun ASEAN Headquarters, baik yang disampaikan melalui Contact Center maupun media sosial.
"Kami mengapresiasi pengertian dan kepercayaan masyarakat terhadap MRT Jakarta," ucapnya.
Melalui media sosial X, sejumlah pelanggan MRT Jakarta menyampaikan keluhan terkait ratangga yang mengerem mendadak saat arus menanjak arah Stasiun ASEAN Headquarters. Selain itu, pintu masuk ratangga di Blok M juga sempat cepat menutup sebelum penumpang masuk.
Baca juga: MRT catat 567 ribu penumpang manfaatkan tarif Rp1 HUT ke-499 Jakarta
Baca juga: Hari Musik, buat lagu spontan dari curhatan pelintas Stasiun MRT
Baca juga: Rute MRT ke Kota diharapkan angkat kearifan lokal Glodok dan Kota Tua
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.