Kondisi tersebut memerlukan langkah mitigasi yang cepat, terintegrasi dan berbasis data

Banjarbaru (ANTARA) - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto menekankan pentingnya mitigasi dampak El Nino di Kalimantan Selatan untuk menjaga ketahanan pangan nasional mengingat provinsi tersebut menjadi penyangga dengan indeks ketahanan pangan tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Titiek mengatakan Kalsel berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal pada musim kemarau tahun ini sehingga meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta penurunan produktivitas sektor pertanian dan peternakan.

“Kondisi tersebut memerlukan langkah mitigasi yang cepat, terintegrasi dan berbasis data,” ujar dia pada kunjungan kerja Komisi IV DPR RI dalam rangka menghadapi dampak El Nino di Banjarbaru, Kalsel, Jumat.

Dengan skor indeks ketahanan pangan (81,26) tertinggi di Indonesia, Titiek menekankan Provinsi Kalsel memiliki peran strategis sebagai penyangga pangan nasional sekaligus menjadi salah satu penopang pasokan pangan regional Kalimantan dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Karena itu, dampak El Nino di Kalsel berpotensi mempengaruhi ketahanan pangan nasional apabila tidak diantisipasi secara optimal,” katanya.

Ia menuturkan upaya mitigasi di sektor pertanian perlu difokuskan pada pengamanan produksi melalui optimalisasi irigasi dan pompanisasi, pemanfaatan lahan rawa dan lebak, penyediaan benih tahan kekeringan, kecukupan pupuk, serta penguatan penyerapan hasil panen dan cadangan pangan pemerintah.

Menurut dia, keberhasilan langkah tersebut memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN pangan, penyuluh pertanian, dan petani.

Baca juga: Titiek Soeharto resmikan gudang Bulog di Kalsel perkuat pangan

Selain sektor pertanian, Titiek menyampaikan bahwa kemarau panjang meningkatkan heat stress yang dapat menurunkan produktivitas ternak sekaligus meningkatkan risiko penyakit hewan menular strategis (PHMS) dan zoonosis.

Oleh sebab itu, kata dia, kesiapan layanan balai veteriner dan pengawasan kesehatan hewan menjadi bagian penting dalam mengantisipasi dampak El Nino terhadap sektor peternakan.

Melalui kunjungan kerja spesifik tersebut, Komisi IV DPR RI memperoleh gambaran komprehensif mengenai kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi dampak El Nino, mulai dari sistem peringatan dini, ketersediaan sarana produksi pertanian, pengamanan cadangan pangan, stabilisasi harga, distribusi pupuk, pengawasan lalu lintas komoditas dan ternak, hingga kesiapan layanan veteriner dalam mengantisipasi potensi peningkatan penyakit hewan.

“Komisi IV DPR RI juga ingin memastikan berbagai program dan anggaran yang telah dialokasikan mampu menjawab kebutuhan di lapangan sehingga petani dan peternak tetap dapat berproduksi, pasokan pangan tetap terjaga, serta stabilitas harga pangan dapat dipertahankan di tengah tantangan perubahan iklim,” ujar Titiek Soeharto.

Baca juga: Komisi IV DPR upayakan optimalisasi sumber daya laut

Baca juga: Titiek: Distribusi pupuk lebih cepat usai penyederhanaan aturan

Baca juga: Komisi IV DPR apresiasi program ketahanan pangan Nusakambangan

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.