Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyatakan Rumah Inovasi Daerah ditujukan membangun ekosistem riset dan inovasi yang menghadirkan dampak terhadap kemajuan pembangunan bangsa.
Arif sesuai menjadi pemateri dalam sesi Kuliah Umum Riset Nasional di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) Universitas Negeri Malang (UM), Kota Malang, Jawa Timur, Jumat, menyampaikan pemanfaatan Rumah Inovasi Daerah harus dioptimalkan oleh kampus untuk bidang riset dan inovasi.
"Kampus punya sumbangan pada penguatan penelitian dan pengembangan UMKM dan industri di daerah. Nanti, setiap provinsi akan dibangun Rumah Inovasi Daerah," katanya.
Ia menyampaikan bahwa untuk membangun kekuatan ekonomi nasional perlu terlebih dahulu menguatkan sektor perekonomian di daerah.
Baca juga: BRIN buka program magang riset bagi mahasiswa, daftar hingga 17 Juli
Oleh karena itu, daerah memang membutuhkan program yang bisa mewadahi para peneliti dalam melakukan riset maupun merancang sebuah inovasi.
Secara garis besar, dia menjelaskan, program yang telah disiapkan ini menjadi wadah mempertemukan peneliti dari berbagai perguruan tinggi di satu provinsi.
Dengan begitu, para peneliti dari setiap kampus bisa saling bertukar ide dalam menyiapkan gagasan hingga proses implementasi dari suatu riset dan inovasi untuk memecahkan persoalan strategis di tingkat provinsi dan daerah.
Sebelum meluncurkan Rumah Inovasi Daerah, pihaknya akan terlebih dahulu meresmikan program Rumah Inovasi Indonesia.
"September baru kami launching Rumah Inovasi Indonesia, setelah itu baru Rumah Inovasi Daerah akan kami launching," ujar dia.
Selain itu, BRIN berharap, lebih banyak kampus memiliki fasilitas science techno park agar mempercepat hilirisasi hasil riset maupun inovasi, baik oleh peneliti, dosen, maupun mahasiswa.
"Dengan kampus membangun science techno park maka itu akan menjadi jembatan bagi hubungan kampus dengan industri," katanya.
Baca juga: BRIN teliti kehidupan masyarakat Ngata Toro di TNLL
Baca juga: UGM-BRIN kembangkan konsep budi daya ayam kampung petelur dan maggot
Pewarta: Ananto Pradana
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.