Jakarta (ANTARA) - Petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka mengatasi perlawanan Jelena Ostapenko untuk melaju ke babak 16 besar Wimbledon 2025 setelah menang 6-4, 6-4 pada pertandingan babak ketiga yang berlangsung selama 1 jam 32 menit di All England Club, London, Sabtu WIB.
Unggulan pertama itu tampil solid meski sempat mendapat tekanan pada akhir set kedua ketika Ostapenko memangkas ketertinggalan setelah Sabalenka lebih dulu unggul 4-1. Namun, ia mampu menjaga ketenangannya untuk mengakhiri pertandingan dalam dua set langsung.
"Menurut saya, dalam pertandingan seperti ini ada beberapa momen kunci. Saya merasa semuanya bergantung pada mentalitas," kata Sabalenka setelah pertandingan dikutip dari WTA.
"Saya sangat senang karena secara mental saya sangat kuat dan sangat fokus hari ini. Saya senang bisa menutup pertandingan ini dalam dua set langsung," ujar dia menambahkan.
Kemenangan atas Ostapenko membawa Sabalenka mencapai pekan kedua Grand Slam untuk ke-15 kali secara beruntun sejak Wimbledon 2021. Secara keseluruhan, ini menjadi kali ke-20 ia menembus babak 16 besar turnamen utama.
Baca juga: Sabelenka, Pegula, Gauff, hingga Osaka menuju babak ketiga Wimbledon
Baca juga: Aldila/Andreozzi lolos ke babak kedua ganda campuran Wimbledon
Sabalenka mampu mengimbangi permainan agresif Ostapenko, yang dikenal sebagai salah satu petenis dengan pukulan terkeras di tur WTA.
Laga antara keduanya diwarnai 46 winner, 19 milik Sabalenka dan 27 sisanya diraih Ostapenko.
Meski tertinggal dalam jumlah winner, Sabalenka menang berkat penampilan efisien dengan hanya enam kali membuat kesalahan dibandingkan Ostapenko 18 kali, sehingga ia banyak berkesempatan untuk mengendalikan pertandingan.
Aspek servis juga menjadi senjata lain Sabalenka. Ia membukukan sembilan ace, lima kali lebih banyak ketimbang Ostapenko, serta memenangi 71 persen poin dari servis pertama dan 50 persen poin servis kedua.
Kemenangan kali ini menajamkan catatan head to head Sabalenka menjadi 4-1 atas Ostapenko. Satu-satunya kekalahan Sabalenkaa dari petenis Latvia itu terjadi pada final Stuttgart tahun lalu di lapangan tanah liat.
Pada babak berikutnya, Sabalenka akan menghadapi unggulan ke-14 Naomi Osaka. Pertandingan tersebut menjadi pertemuan kelima mereka, sekaligus yang keempat pada musim ini dan yang pertama di lapangan rumput.
Menariknya, seluruh pertemuan mereka terjadi pada babak 16 besar sebuah turnamen.
Osaka memenangi pertemuan pertama mereka di US Open 2018. Namun sejak itu Sabalenka mengambil alih dominasi dengan memenangi tiga pertemuan terakhir di Indian Wells, Madrid, dan Roland Garros. Dalam tiga kemenangan tersebut, Sabalenka hanya kehilangan satu set.
"Setiap pertandingan melawannya selalu sangat sulit. Di setiap pertandingan selalu ada beberapa momen penting di setiap set ketika saya harus percaya pada permainan sendiri dan memberikan tekanan," kata Sabalenka mengenai calon lawannya, Naomi Osaka.
"Saya merasa setiap kali menghadapi saya, dia tampil semakin fokus. Dia memahami kekuatan dan permainan agresif saya serta mampu mengatasi tekanan dengan sangat baik. Saya siap turun ke lapangan dan bertarung," ujar dia menambahkan.
Baca juga: Naomi Osaka untuk pertama kali lolos ke babak keempat Wimbledon
Baca juga: Djokovic samai rekor Federer dengan kemenangan babak ketiga Wimbledon
Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.