Jakarta (ANTARA) - ‎Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia kini tidak lagi hanya diisi oleh satu jenis teknologi. Jika sebelumnya pasar kendaraan elektrifikasi tanah air didominasi oleh BEV (battery electric vehicle) atau kendaraan listrik murni yang seluruh tenaganya berasal dari baterai, kini mulai hadir opsi lain berupa REEV (range extended electric vehicle), yaitu kendaraan listrik yang dilengkapi mesin bensin berkapasitas kecil yang berfungsi bukan untuk menggerakkan roda, melainkan sebagai generator pengisi daya baterai.

"Kehadiran dua varian dari Deepal S05 yang memiliki teknologi berbeda, mencerminkan komitmen Changan dalam menghadirkan solusi elektrifikasi yang lebih beragam dan relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia," kata CEO Changan Indonesia Setiawan Surya.

Secara sederhana, REEV bisa dipahami sebagai kendaraan listrik yang membawa cadangan energi sendiri. Motor listrik tetap menjadi satu-satunya penggerak roda, sementara mesin berbahan bakar bensin di dalamnya hanya menyalakan generator untuk mengisi ulang baterai ketika daya mulai menipis, terutama saat menempuh perjalanan jarak jauh.

Pendekatan ini berbeda dari kendaraan hybrid konvensional, karena mesin bensin pada REEV tidak terhubung langsung ke roda. Teknologi ini menjadi salah satu jawaban atas kekhawatiran umum calon pengguna kendaraan listrik terkait keterbatasan infrastruktur pengisian daya saat bepergian jauh, tanpa harus sepenuhnya kembali mengandalkan mesin konvensional seperti kendaraan berbahan bakar minyak biasa.

Changan, merek otomotif global yang dipasarkan di Indonesia oleh Indomobil Group, menjadi salah satu produsen yang menghadirkan pilihan teknologi tersebut. Changan memperkenalkan Deepal S05 sebagai SUV atau sport utility vehicle pertama di Indonesia yang menawarkan dua pilihan teknologi elektrifikasi sekaligus dalam satu model, yakni BEV dan REEV. Deepal S05 REEV pertama kali diperkenalkan pada April lalu sebagai kendaraan berteknologi REEV pertama yang resmi masuk pasar Indonesia, sebelum akhirnya masa pre-book atau pemesanan awal untuk kedua varian dibuka secara resmi pada Selasa (30/6).

Dari sisi teknis, perbedaan kedua varian Deepal S05 terletak pada sumber energi penggeraknya. Varian BEV mengandalkan baterai jenis lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 56,12 kWh dengan jangkauan hingga 470 kilometer berdasarkan standar pengujian NEDC (New European Driving Cycle). Sementara itu, varian REEV mengombinasikan baterai berkapasitas lebih kecil, yaitu 27,28 kWh, dengan mesin bensin 1.500 cc yang berfungsi sebagai generator, sehingga mampu menghadirkan jangkauan gabungan lebih dari 1.100 kilometer, dengan jarak tempuh mode listrik murni mencapai 170 kilometer.

Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.