Jakarta (ANTARA) - Meta meluncurkan aplikasi baru bernama Pocket, yang memungkinkan pengguna membuat aplikasi interaktif dan gim sederhana menggunakan prompt berbasis kecerdasan artifisial (AI).

Menurut laporan TechCrunch pada Kamis (2/7) waktu setempat, aplikasi ini merupakan hasil dari akuisisi Meta terhadap tim di balik platform vibe-coded gaming Gizmo pada awal tahun ini.

Reverse engineer sekaligus pengamat fitur dan aplikasi baru, Alessandro Paluzzi, pertama kali menemukan peluncuran Pocket pada Kamis dan membagikan tangkapan layar halaman Google Play aplikasi tersebut di platform X.

Namun, berdasarkan data dari penyedia intelijen aplikasi Appfigures, Pocket sebenarnya telah dirilis di App Store dan Google Play sejak 29 Juni 2026.

Baca juga: Mark Zuckerberg ungkap pengembangan agen AI Meta tak sesuai ekspektasi

Pocket digambarkan sebagai “platform kreatif untuk membuat dan membagikan gizmo,” sebutan untuk pengalaman interaktif yang dibuat pengguna. Aplikasi ini juga menyediakan feed yang dapat digulir, sehingga pengguna bisa mencoba berbagai gizmo yang dibuat oleh pengguna lain.

Meta belum mengumumkan Pocket secara resmi, besar kemungkinan aplikasi ini masih berada pada tahap awal uji coba.

Meski telah tercantum secara publik di toko aplikasi, Pocket belum tersedia di Amerika Serikat pada beberapa model ponsel yang terhubung ke akun Google, menurut laporan Engadget. Selain itu, halaman bantuan di situs Meta juga menyebutkan bahwa “aplikasi Pocket belum tersedia di semua wilayah.”

Hingga kini, Meta belum memberikan pengumuman resmi mengenai peluncuran aplikasi tersebut maupun wilayah yang menjadi lokasi uji cobanya.

Sebelumnya, Meta juga telah menghadirkan fitur pembuatan gambar AI melalui aplikasi Meta AI serta pembuatan video AI lewat aplikasi Vibes. Perusahaan juga terus menambahkan berbagai fitur AI ke platform media sosialnya dan ke aplikasi penyunting video untuk kreator, Edits.

Baca juga: Kemkomdigi sebut Meta tutup 185 ribu akun anak untuk patuhi PP Tunas

Baca juga: Pemerintah AS desak Meta serahkan model AI untuk evaluasi keamanan

Baca juga: Mark Zuckeberg ingin Meta miliki aplikasi "prediction market" sendiri

Penerjemah: Sri Dewi Larasati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.