Nah, tadi kami juga sudah minta tim Gakkum (Penegak Hukum) untuk koordinasi dengan pihak bandara, dengan TNI AU, agar bisa melakukan monitoring analisa melalui drone thermal secara berkala

Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) akan mengerahkan teknologi drone thermal untuk membantu deteksi titik-titik api kebakaran di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, yang terjadi sejak Selasa (30/6).

Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup (LH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono mengatakan rencana pengerahan teknologi ini untuk mempermudah para petugas lapangan dalam mengendalikan kebakaran TPA tersebut.

"Nah, tadi kami juga sudah minta tim Gakkum (Penegak Hukum) untuk koordinasi dengan pihak bandara, dengan TNI AU, agar bisa melakukan monitoring analisa melalui drone thermal secara berkala," kata Wamen Diaz usai meninjau kebakaran TPA Jatiwaringin di Tangerang, Sabtu siang.

Menurutnya, hal itu terobosan dalam mengatasi kebakaran di TPA Jatiwaringin yang sudah berlangsung selama lima hari, dimana penanganan kebakaran dilakukan tim gabungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), KLH, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) hingga pemda.

Baca juga: BNPB: Metode inject percepat pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin

Terdapat titik-titik api yang sulit terdeteksi karena keberadaan api dari gas metan berada di bawah tumpukan gunungan sampah yang cukup dalam.

"Jadi ada beberapa tantangan tadi yang kita bicarakan dan kita dorong untuk penyelesaiannya melalui skema ini," kata Wamen Diaz.

Untuk mendukung pelacakan titik api, pihaknya tengah berkoordinasi dengan bandara dan TNI AU sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam mengeluarkan izin terbang drone, agar proses pemadaman melalui jalur udara yang dilakukan helikopter water bombing air tidak terganggu.

"Tetapi ini karena daerahnya banyak helikopter yang lewat dan juga dekat dengan bandara, sehingga pemantauan hanya bisa dilakukan pada jam-jam tertentu," ujarnya.

Baca juga: Kepala BNPB ingatkan pemda waspada kebakaran TPA sampah saat kemarau

Menurut dia, karakteristik kebakaran TPA Jatiwaringin mirip kebakaran lahan gambut. Di atas terlihat sudah padam, tetapi bagian bawah masih ada api. "Jadi kapan saja bisa terus kebakaran, dan karena ada CH-4, bisa ada potensi ledakan," ungkap Wamen Diaz.

Sementara itu berdasarkan pantauan ANTARA di lokasi pada Sabtu siang menunjukkan kepulan asap dan titik api di beberapa gunungan sampah masih menyala. Di sisi lain pemadaman terus dilakukan secara terpadu melalui jalur udara dan darat.

Dua helikopter water bombing milik BNPB kembali dikerahkan untuk menyiram titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat.

Berdasarkan laporan BNPB, penanganan kebakaran TPA dari seluas 15 hektare kini titik api dapat tertangani dan terkendali sekitar 40 persen dari luasan lahan yang ada.

Baca juga: BNPB: 30 persen area kebakaran TPA Jatiwaringin mulai terkendali

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.