Jakarta (ANTARA) - Anggota DPR RI Rizki Faisal mengatakan sinergi komunikasi publik soal kebijakan-kebijakan oleh jajaran Kabinet Merah Putih yang konsisten dan sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, mampu menjadi penopang tingkat kepercayaan publik kepada pemerintahan.
Dengan komunikasi yang terintegrasi, menurut dia, berbagai program strategis Presiden akan lebih mudah dipahami masyarakat sehingga kepercayaan publik dapat terus meningkat.
"Pemerintahan Presiden Prabowo membutuhkan kerja kolektif, bukan hanya dalam menjalankan program, tetapi juga dalam menjelaskan keberhasilan dan menjawab berbagai dinamika di ruang publik," kata Rizki dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Dia menyampaikan hal itu setelah melihat hasil monitoring digital yang dirilis Sintesa Strategi Indonesia (SSI), yang mencatat bahwa persepsi publik terhadap Presiden Prabowo masih didominasi sentimen positif sebesar 41,5 persen, lebih tinggi dibandingkan sentimen negatif yang berada pada angka 13,8 persen. Sedangkan 44,7 persen percakapan bersifat netral.
Adapun, riset SSI itu dihasilkan berdasarkan hasil monitoring terhadap platform X, Facebook, Instagram, YouTube, TikTok, dan media daring selama periode 5 Juni-2 Juli 2026.
Menurut Rizki, temuan itu menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap Presiden masih terjaga, meskipun terdapat ruang yang perlu terus diperkuat melalui komunikasi yang lebih efektif.
Selain itu, riset itu juga mencatat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia merupakan figur kabinet dengan kontribusi sentimen positif terbesar terhadap citra Presiden pada kelompok eksposur tertinggi.
Untuk itu, menurut dia, perlu ada penguatan komunikasi kolektif oleh jajaran kabinet agar keberhasilan program pemerintah dapat disampaikan secara lebih merata kepada masyarakat.
"Semakin solid komunikasi pemerintah, semakin kuat pula kepercayaan masyarakat kepada negara," ucap Rizki.
Baca juga: Legislator: Perang lawan narkotika juga harus putus aliran uangnya
Baca juga: Anggota DPR: Penegakan hukum harus adil dan merata hingga perbatasan
Baca juga: Anggota DPR tak setuju ABK kasus sabu 2 ton dihukum mati
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.