Bandung (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong peningkatan status Museum Pos Indonesia di Jalan Cilaki Kota Bandung dari cagar budaya tingkat kota menjadi cagar budaya nasional karena memiliki nilai sejarah penting bagi perjalanan bangsa.

"Saya kira Museum Pos sangat pantas menjadi cagar budaya nasional. Bangunan ini usianya sudah lebih dari 100 tahun dan menjadi bagian penting dari sejarah bangsa," ujarnya dalam keterangan di Bandung, Sabtu.

Ia menilai gedung yang dibangun pada masa kolonial Belanda tersebut, layak naik status karena telah berdiri lebih dari satu abad dan ada latar belakang historis yang besar bagi bangsa.

Selain itu, ia mendorong peningkatan penataan museum agar ribuan koleksi sejarah, seperti peralatan pos, prangko, hingga dokumen lintas era, dapat dipamerkan secara lebih representatif untuk generasi muda.

Dalam kunjungan ke Museum Pos pada Jumat (3/7) malam, ia juga mengajak pihak Pos Indonesia kembali menghidupkan tradisi menulis surat dengan tangan di kalangan pelajar guna membangun kreativitas dan kedekatan emosional yang tidak tergantikan oleh teknologi digital.

Baca juga: Pemerintah mengakselerasi pencatatan cagar budaya nasional 2026

Ia mencontohkan kesuksesan lomba menulis surat kepada pahlawan oleh Kementerian Kebudayaan tahun lalu yang berhasil menghimpun 34.000 surat (yang dimasukkan ke sekitar 20 kontainer plastik) dengan materai prangko dari pelajar di berbagai daerah dalam satu bulan.

Menurut dia, hal ini membuktikan budaya berkirim surat dan filateli tetap memiliki tempat di masyarakat serta diakui sebagai warisan budaya dunia yang rutin dipamerkan di ajang internasional.

Direktur Komersial PT Pos Indonesia Fahdel Akbar menyatakan komitmen perusahaan untuk terus merawat serta melestarikan warisan sejarah tersebut.

"Pos Indonesia menyambut baik dukungan Kementerian Kebudayaan dalam upaya pelestarian Museum Pos Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus merawat, mengembangkan, dan menghadirkan museum ini sebagai ruang edukasi yang menarik bagi masyarakat, khususnya generasi muda," katanya.

Pihaknya akan terus berkolaborasi untuk menghadirkan program edukatif guna menghidupkan kembali budaya literasi lewat aktivitas berkirim surat, filateli, serta pemanfaatan aset bersejarah sebagai media pembelajaran.

Museum Pos Indonesia salah satu museum sejarah komunikasi tertua di Indonesia. Tempat ini menyimpan ribuan koleksi yang merekam perjalanan layanan pos sejak masa Hindia Belanda, era kemerdekaan, hingga modern, dengan daya tarik utama berupa koleksi filateli yang mendokumentasikan sejarah, kebudayaan, dan tokoh nasional.

Baca juga: Pemerintah hingga kini telah tetapkan 460 cagar budaya nasional

Baca juga: Situs bersejarah Nani Wartabone di Gorontalo terancam hilang

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.