Presiden: kestabilan di Laut China Selatan penting

Presiden: kestabilan di Laut China Selatan penting

Indonesia Ikuti KTT G-7 Di Jepang Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Amerika Barack Obama (kanan) saat pertemuan KTT G-7 Outreach Sesi I di Nagoya, Jepang, Jumat (27/5/2016). Pertemuan antara Indonesia dan kelompok negara maju G-7 tersebut membahas topik Stabilitas dan Kesejahteraan di Asia. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma) ()

Ya, banyak disingung. Karena yang namanya pertumbuhan ekonomi itu akan ada kalau stabilitas perdamaian, keamanan di sebuah kawasan itu ada,"
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo mengatakan kestabilan di wilayah Laut China Selatan sebagai kebutuhan penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Ya, banyak disingung. Karena yang namanya pertumbuhan ekonomi itu akan ada kalau stabilitas perdamaian, keamanan di sebuah kawasan itu ada," kata Jokowi di Nagoya, Jepang, Jumat.

Menurut Presiden, Indonesia selalu memperhatikan dan mengikuti isu keadaan dan kestabilan keamanan di kawasan Laut China Selatan.

Jokowi menjelaskan dalam KTT G-7 Outreach di Ise-shima, Jepang, banyak negara hadir yang di dalamnya membahas tentang isu perdamaian di kawasan itu.

Selain itu, Presiden menjelaskan dalam pertemuan bilateralnya dengan Presiden Prancis Francois Hollande, dirinya membahas kerja sama mengenai perdagangan minyak sawit mentah (CPO) Indonesia ke Prancis.

"Adanya rencana pengenaan pajak saya sampaikan tadi. Presiden Francois Hollande menyampaikan bahwa akan dibantu oleh Pemerintah Prancis nanti di parlemennya," katanya.

Jokowi mengatakan pengenaan pajak bagi CPO Indonesia merupakan rencana dari parlemen Prancis.

Dalam KTT G-7 Outreach, Presiden mengangkat persoalan stabilitas dan kesejahteraan Asia.

Selain itu, para kepala negara/pemerintahan juga membahas isu pembangunan berkelanjutan, pemberdayaan perempuan, dan kesehatan global.

Pewarta: Bayu Praseatyo
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Presiden minta percepatan penyelesaian Tol Trans-Sumatera & Cisumdawu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar