Wamena (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan mengupayakan pasar rakyat di Distrik Bolakme daerah setempat dapat diaktifkan kembali guna meningkatkan ekonomi masyarakat.

Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya dr Idawati Waromi Murib dalam keterangan tertulis di Wamena, Minggu, mengatakan pasar rakyat di Distrik Bolakme sudah lama tidak beroperasi sehingga ini menjadi catatan untuk segera diaktifkan lagi.

“Kami dari TP PKK bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya melalui OPD teknis berupaya agar pasar rakyat di Distrik Bolakme kembali beroperasi sehingga ekonomi masyarakat terus bertumbuh di sini,” katanya.

Menurut dia, selama ini hasil bumi masyarakat di Distrik Bolakme itu dibawa ke Kota Wamena untuk dijual di beberapa pasar yang ada di daerah perkotaan.

“Ke depan sesuai koordinasi dengan OPD teknis, pengurus PKK tingkat distrik dan kampung, maka pasar rakyat di Distrik Bolakme harus dioperasikan supaya masyarakat tidak perlu membawa hasil buminya ke kota,” ujarnya.

Dia menjelaskan hasil bumi masyarakat di Distrik Bolakme dibawa ke kota menggunakan angkutan umum yang tentu harus masyarakat membayar.

“Kasihan kalau masyarakat membawa hasil bumi ke kota, dengan membuat angkutan umum, berapa keuntungan yang harus mereka peroleh dari hasil bumi itu. Maka ke depan pasar harus ada di Bolakme supaya masyarakat bisa memperoleh uang di tempat tanpa harus ke kota,” katanya.

Dia menambahkan perekonomian masyarakat di distrik dan kampung harus didukung oleh pemerintah daerah sehingga peningkatan ekonomi dapat bergerak di tingkat bawah.

“Kami juga ingin ekonomi masyarakat itu dapat berputar di distrik dan kampung sehingga kesejahteraan masyarakat itu terwujud. Uang itu harus berputar di kampung dan distrik supaya ekonomi di daerah ini terus berkembang secara seimbang,” ujarnya.

Pewarta: Yudhi Efendi
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.