Untuk itu program ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi anak-anak Papua untuk memperoleh pendidikan di berbagai daerah di Indonesia

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pendidikan setempat melepas 124 lulusan SMP asli Papua untuk melanjutkan pendidikan jenjang SMA/SMK melalui Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) di lima provinsi yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Bali.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Christian Sohilait di Jayapura, Senin, mengatakan Program ADEM merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Papua agar memiliki daya saing dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

“Pada Sabtu (4/7) kami melepas 124 siswa ADEM untuk berangkat ke lima provinsi di Indonesia dan seluruh peserta yang diberangkatkan merupakan perwakilan dari sembilan kabupaten/kota di Provinsi Papua,” katanya.

Baca juga: Sebanyak 90 siswa Papua Barat Daya ikuti Program ADEM di 4 provinsi

Menurut Chistian, seluruh kebutuhan pendidikan mulai dari biaya hidup, uang sekolah (SPP), hingga biaya tempat tinggal selama menempuh pendidikan ditanggung sepenuhnya oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

"Untuk itu program ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi anak-anak Papua untuk memperoleh pendidikan di berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Karena itu ia berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan belajar sungguh-sungguh dan meraih prestasi.

Baca juga: Kemendikdasmen perkuat sinergi media guna dukung kebijakan pendidikan

“Terkait dengan kuota peserta Program ADEM tahun ini berjumlah 124 siswa, dimana angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 300 peserta. Penurunan tersebut terjadi karena adanya penyesuaian anggaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," katanya.

Meski begitu pihaknya mengapresiasi pemerintah pusat yang tetap memberikan alokasi Program ADEM bagi anak-anak Papua. Pihaknya berharap kuota program tersebut dapat kembali ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang, agar semakin banyak pelajar Papua memperoleh kesempatan belajar di luar daerah.

“Kami berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, daerah asal, dan lembaga pendidikan yang mengirim mereka. Para siswa juga diminta fokus belajar, menghindari pergaulan negatif, serta tidak terlibat dalam pelanggaran disiplin yang dapat menyebabkan dikeluarkan dari program,” ujarnya.

Baca juga: Kemendikdasmen optimalkan PIP-ADEM guna pemerataan akses pendidikan

Pewarta: Qadri Pratiwi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.