Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mendukung pembangunan pabrik munisi milik PT. Pindad di Batulicin, Kalimantan Selatan demi memenuhi kebutuhan pasokan munisi untuk personel TNI di daerah.

Pemberian dukungan itu terlihat ketika Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri ground breaking pembangunan pabrik munisi di Kalimantan Selatan, Sabtu (4/7).

"Pembangunan pabrik munisi di Batulicin merupakan bagian dari program pengembangan industri pertahanan oleh PT Pindad yang sejalan dengan kebijakan Kemenhan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan munisi bagi TNI," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait di Jakarta, Senin.

Baca juga: Pindad berencana "groundbreaking" pabrik amunisi kaliber sedang 2020

Rico menjelaskan pembangunan ini merupakan salah satu langkah strategis Kemenhan karena akan memperkuat berbagai aspek di bidang pertahanan.

Salah satunya, kata Rico, keberadaan pabrik munisi ini membuat Indonesia tidak perlu bergantung dengan negara-negara luar.

Kondisi ini akan membuat PT. Pindad yang merupakan industri pertahanan dalam negeri menjadi semakin mandiri karena menjadi ujung tombak produsen amunisi TNI.

Selain itu, proses pengiriman munisi pun bisa lebih cepat dan tepat sasaran sehingga kebutuhan setiap satuan TNI bisa terpenuhi dengan maksimal.

Selain itu, Rico mengatakan ada beberapa faktor lain yang membuat Kalimantan Selatan jadi salah satu tempat pembangunan pabrik munisi PT. Pindad.

"Pemilihan Batulicin tentu melalui berbagai pertimbangan teknis dan strategis, antara lain ketersediaan lahan, akses wilayah, potensi dukungan infrastruktur, serta posisi Kalimantan Selatan yang strategis dalam mendukung distribusi dan penguatan industri pertahanan nasional," jelas dia.

Dengan adanya pembangunan pabrik ini, Rico meyakini industri pertahanan dalam negeri akan semakin kuat dan mampu mendukung penguatan pertahanan Indonesia

Baca juga: Pindad tahun ini prioritaskan produksi pesanan Kemhan

Baca juga: Pindad ingin kuasai teknologi munisi lebih besar

Baca juga: Pindad gandeng Junghans Defence produksi "fuze" munisi

Pewarta: Walda Marison
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.