SPMB merupakan pintu masuk layanan pendidikan. Oleh karena itu seluruh satuan pendidikan harus memastikan proses penerimaan berjalan secara terbuka, jelas, dan inklusif

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaporkan praktik baik pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang pendidikan SLBN, SMAN, dan SMKN, yang akuntabel, transparan dan inklusif di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menegaskan kepercayaan masyarakat terhadap SPMB dibangun melalui pelayanan yang baik, komunikasi yang terbuka, serta pelaksanaan seleksi yang sesuai ketentuan.

“SPMB merupakan pintu masuk layanan pendidikan. Oleh karena itu seluruh satuan pendidikan harus memastikan proses penerimaan berjalan secara terbuka, jelas, dan inklusif. Pelaksanaan SPMB Ramah bukan hanya proses penerimaan calon murid baru, tetapi juga gerbang pertama pengalaman positif bagi murid, orang tua, untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu,” kata Tatang dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Senin.

Praktik baik yang ditunjukkan sekolah-sekolah di Kota Padang, lanjutnya, memperlihatkan SPMB bukan hanya proses seleksi semata.

Baca juga: Kemendikdasmen: Kepsek berperan penting wujudkan SPMB 2026 Ramah

Ketika informasi disampaikan secara terbuka, pelayanan diberikan tanpa diskriminasi dan setiap keluarga didampingi sesuai kebutuhannya, ia mengatakan SPMB menjadi awal tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan yang adil, akuntabel, dan bermutu.

Sementara itu Annisa Fitria, guru SMKN 6 Padang sekaligus panitia SPMB, mengatakan pihaknya memastikan seluruh informasi pendaftaran dapat diakses masyarakat secara terbuka sekaligus memberikan pendampingan bagi calon murid yang masih memerlukan arahan dalam memilih konsentrasi keahlian.

“Secara prosedur administrasi, pelaksanaan SPMB di SMKN 6 Padang berjalan lancar. Pihak sekolah berupaya untuk memberikan pelayanan yang dapat membantu orang tua dan calon murid. Akan tetapi yang menjadi PR kami adalah mengarahkan calon murid karena banyak calon murid yang bimbang untuk memilih salah satu dari dua konsentrasi keahlian yang mereka tulis di formulir pendaftaran,” ujar Annisa Fitria.

Baca juga: Kemendikdasmen bersama 15 K/L berkomitmen dukung SPMB Ramah

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.