Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus memperkuat kualitas calon pekerja migran Indonesia (CPMI) melalui peningkatan kompetensi teknis, kemampuan berbahasa, dan kesiapan mental agar mampu bersaing di pasar kerja internasional, khususnya Korea Selatan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Skill Test UBT Umum Sektor Perikanan untuk program Government to Government (G-to-G) Korea Selatan di Semarang pada Sabtu hingga Minggu. Sebanyak 1.063 CPMI mengikuti seleksi tersebut sebagai bagian dari proses penempatan kerja di Korea Selatan.
Direktur Jenderal Penempatan KP2MI Ahnas mengingatkan para peserta agar tidak berhenti belajar setelah mengikuti uji keterampilan.
"Jangan hanya mengikuti skill test lalu berhenti belajar. Terus tingkatkan kemampuan di bidang perikanan dan penguasaan bahasa. Kalau sekarang belum bisa, mulai sekarang terus belajar bahasanya," kata Ahnas, Minggu (5/7).
Menurutnya, peningkatan kompetensi menjadi kunci untuk memperbesar peluang lolos seleksi karena para CPMI Indonesia akan bersaing dengan calon pekerja dari 16 negara lain yang juga menargetkan penempatan kerja di Korea Selatan.
"Kita bersaing dengan 16 negara yang juga menempatkan pekerjanya ke Korea Selatan. Artinya, mulai sekarang harus terus berjuang meningkatkan kemampuan, khususnya di bidang perikanan," ujarnya.
Selain kemampuan teknis, KP2MI juga menekankan pentingnya pembinaan kesiapan mental sebagai bekal menghadapi tantangan bekerja di luar negeri. Sikap profesional dan ketahanan mental dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan para pekerja migran di negara penempatan.
"Sikap mental juga penting. Kesiapan bekerja dan kesiapan mental harus terus dibina sejak sekarang, bersamaan dengan peningkatan kompetensi," katanya.
Ahnas turut mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta Skill Test tahun ini berasal dari 20 provinsi, mulai dari Papua, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatra, hingga berbagai provinsi di Pulau Jawa.
Menurutnya, partisipasi peserta dari berbagai wilayah menunjukkan semakin luasnya minat masyarakat untuk mengikuti program penempatan pekerja migran melalui skema G-to-G ke Korea Selatan.
Baca juga: KP2MI gandeng perguruan tinggi tingkatkan kualitas calon pekerja
Baca juga: Menteri P2MI ingin Migrant Center ULM pusat pengembangan calon PMI
Pewarta: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.