Jadi admin saya yang baru itu, dia itu kemudian membiasakan, sekarang ini, untuk mengucapkan (kepada) setiap tokoh yang ulang tahun, memberikan ucapan selamat ulang tahun di akun saya

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa dirinya tidak memiliki maksud apapun, mengenai ucapan ulang tahun kepada mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang kini menjadi terdakwa dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook.

Dia juga mengakui bahwa banyak pihak yang menanyakan ucapannya itu, yang ia unggah di akun media sosialnya. Saat ditanya mengenai potensi pemberian amnesti kepada Nadiem, dia pun tidak mengonfirmasi hal itu.

"Saya juga bingung jawabnya, ya. Karena sebenarnya kan enggak ada maksud begitu," kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.

Baca juga: Analis: Langkah Dasco panggil petinggi ekonomi tunjukkan fungsi pengawasan

Menurut dia, saat ini pengelola akun media sosialnya sedang membiasakan diri untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada sejumlah tokoh, salah satunya kepada Nadiem dan juga kepada tokoh-tokoh lainnya.

"Jadi admin saya yang baru itu, dia itu kemudian membiasakan, sekarang ini, untuk mengucapkan (kepada) setiap tokoh yang ulang tahun, memberikan ucapan selamat ulang tahun di akun saya," katanya.

Saat ditanya soal pemberian bantuan hukum, menurut dia, Nadiem pun saat ini sudah didampingi oleh pengacara yang menangani perkaranya.

"Tentunya sudah dilakukan oleh pengacaranya dong, begitu. Kok pemberian bantuan hukum?" katanya.

Pada Sabtu (4/7), Dasco melalui akun Instagram resminya yakni @sufmi_dasco, mengunggah sebuah foto ucapan selamat ulang tahun, dengan caption yang ditujukan kepada Nadiem. Unggahan itu pun kemudian menuai beragam komentar dari pengguna Instagram.

Baca juga: Dasco: DPR-pemerintah rutin koordinasi untuk mitigasi PHK

Baca juga: Nadiem laporkan empat hakim PN Tipikor ke Komisi Yudisial

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.