Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menekankan pentingnya nilai-nilai agama dan akhlak yang mulia menjadi fondasi utama pengasuhan dalam keluarga.

"Kita melihat sekarang bahwa pola asuh keluarga-keluarga kita, pola asuhnya mulai rapuh. Nilai-nilai agama tidak menjadi fondasi utama di keluarga-keluarga kita. Juga untuk budi pekerti dan akhlaqul karimah, sehingga ini perlu penguatan kembali untuk pola asuh yang berbasis nilai-nilai agama, budi pekerti, dan akhlaqul karimah," kata Arifah Fauzi di Jakarta, Senin.

Hal itu dikatakannya dalam acara peluncuran Kampanye Bersama Lindungi Anak (Berlian).

Ia mengatakan bahwa perlindungan anak bukan hanya menjadi tema dalam peringatan Hari Anak Nasional tahun ini, tetapi perlindungan anak juga harus benar-benar hadir di dalam keluarga.

Selain itu, perlindungan anak juga harus hadir di satuan-satuan pendidikan.

"Ini telah diatur oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Ini sudah mulai direalisasikan di seluruh sekolah di Indonesia," katanya.

Baca juga: Perkuat Gernas RANA, KPPPA luncurkan kampanye Bersama Lindungi Anak

Perlindungan anak ini juga harus hadir di ruang digital.

Kementerian Komunikasi dan Digital telah mengatur upaya perlindungan anak di ruang digital lewat PP Tunas.

"Kami juga punya Perpres Nomor 87 Tahun 2025 mengenai Peta Jalan Perlindungan Anak Di Ranah Dalam Jaringan. Ini sebagai upaya untuk perlindungan kepada anak-anak kita," kata Arifah Fauzi.

Ia menambahkan bahwa Kampanye Bersama Lindungi Anak (Berlian) yang diluncurkan hari ini, dimaksudkan untuk memperkuat Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA) yang telah diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) beberapa waktu lalu.

Ada lima pilar dalam Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak.

Baca juga: MenPPPA ajak peran aktif lindungi anak di pendidikan keagamaan

"Melalui lima pilar, yaitu edukasi publik, penguatan keluarga berkualitas, penyediaan satuan pendidikan dan pengasuhan sementara atau daycare yang aman, perlindungan anak di ruang digital, dan penguatan sistem respons darurat dan pemulihan. Untuk kampanye Berlian ini sama, yaitu kita menginginkan anak-anak kita mendapatkan perlindungan, bebas dari kekerasan, bebas dari diskriminasi, bebas dari bullying, bebas dari pernikahan di usia anak, untuk mendapatkan pengasuhan yang positif dari keluarga, dari dunia pendidikan, dan juga dari lingkungan masyarakat," katanya.

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.