Jakarta (ANTARA) - Dalam sepak bola, posisi yang tinggi pada peringkat FIFA bisa jadi tak menunjukkan apa-apa. Lihat saja Norwegia, yang sukses menyisihkan peringkat 6 Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026 meski peringkatnya berada di luar 30 besar dunia.

Apakah kesuksesan Norwegia itu bisa diulangi oleh Amerika Serikat saat menjamu Belgia di Seattle Stadium Washington, Selasa (7/7) dini hari nanti? Belum tentu.

Laga tersebut tidak otomatis menjadi milik AS hanya karena The Yanks bermain di halaman rumahnya sendiri. Terlebih jika melihat perjalanan kedua tim sampai lolos ke 16 besar, di mana The Red Devils menunjukkan kualitas yang lebih baik.

Belgia masuk ke fase gugur kedua itu dengan modal tak terkalahkan dalam empat laga sebelumnya, sedangkan AS sekali kalah dari Turki dalam laga terakhir fase grup.

Turki menjadi lawan berperingkat paling tinggi di antara empat tim yang dihadapi AS sebelumnya. Peringkat Turki adalah 27, di bawah tiga dari empat tim yang dihadapi Belgia sebelum babak 16 besar: Senegal (18), Iran (22), dan Mesir (24).

Youri Tielemans cs tak pernah kalah dari ketiga tim itu, bahkan menyingkirkan Senegal di babak 32 besar, ketika di pertandingan lain, AS dipersulit oleh Bosnia yang berperingkat 61 meski akhirnya menang 2-0.

Pengalaman meladeni lawan-lawan yang lebih kuat ketimbang yang dihadapi AS membuat catatan tim besutan Rudi Garcia itu lebih bagus dibandingkan tim asuhan Mauricio Pochettino.

Meski kalah tipis dalam jumlah gol yang diciptakan (9 vs 10), Belgia adalah tim yang lebih berbahaya dari USMNT karena mencatat lebih banyak umpan yang diolah, daya dobrak antarlini, penciptaan ruang serangan, sentuhan di sepertiga akhir lapangan, dan jumlah umpan silang di depan kotak penalti lawan.

Belgia berada di atas AS pada semua aspek itu, bahkan termasuk xG (probabilitas gol) dengan 8,29, lebih tinggi dari 6,03 yang dimiliki oleh AS.

Namun, tetap saja catatan itu masih bersifat potensi karena secara empirik AS lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.

Meski Belgia menjadi tim dengan torehan jumlah peluang terbanyak (92) di Piala Dunia 2026, AS ternyata lebih klinis, terlepas dari fakta bahwa dua dari 10 golnya merupakan gol bunuh diri. AS berhasil mengonversi 19 persen dari total 52 peluang, sedangkan Belgia cuma mencatat 10 persen.

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.